Home / HukumKriminal / Peduli Sumbawa, Petinggi Instansi Vertikal Bertemu Bahas Persoalan Daerah

Peduli Sumbawa, Petinggi Instansi Vertikal Bertemu Bahas Persoalan Daerah

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12/8/2020)

Berbagai persoalan daerah terungkap dalam pertemuan para petinggi instansi vertical di Kabupaten Sumbawa, Rabu (12/8/2020) pagi. Pertemuan yang dikemas dalam acara “Coffe Morning” ini digelar di Aula Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sutarmin selaku tuan rumah, Kajari Sumbawa Iwan Setiawan, SH., M.Hum, Kapolres Sumbawa, AKBP. Widy Saputra SIK, Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Kav. Rudi Kurniawan, Kepala Kantor Imigrasi Sumbawa, Pungki Handoyo, Pimpinan Jasa Raharja Perwakilan Sumbawa, Ayudhi Darmawan, Kepala BNN Kabupaten Sumbawa, Ferry Priyanto, S.Sos., MM, Manager PLN Area Sumbawa, Irwanto Wahyu Kusuma, Kepala BPN Sumbawa, Subhan SH, dan Kepala BMKG Sumbawa, Samrianto.

Mulai dari program pembangunan, Kamtibmas, hukum, pertanian, kehutanan, pertanahan, cuaca hingga Covid-19, dibahas dalam pertemuan yang berlangsung santai namun sangat bermanfaat ini. Seperti masalah kebakaran hutan. Banyak hal yang menjadi pemicu. Seperti kekeringan karena adanya perluasan lahan oleh masyarakat untuk dijadikan lahan pertanian. Selain itu adanya penebangan pohon secara liar, menyebabkan hutan gundul dan rusak. Untuk meminimalisir persoalan ini, BMKG Kabupaten Sumbawa telah membuat peta terkait hot spot yang rentan terjadi kebakaran di hutan. Dengan peta ini lebih memudahkan petugas untuk melakukan patroli. Kemudian soal narkoba, ini sangat mengkhawatirkan dan Sumbawa dikategorikan sebagai daerah darurat narkoba. Peredaran narkoba sudah menjamah anak-anak SD. Ini terungkap dari jumlah orang yang direhabilitasi. Namun tingginya angka yang direhab mengindikasikan adanya kesadaran masyarakat untuk terlepas dari jeratan narkoba. Untuk penindakan, banyak pengedar yang tertangkap termasuk jaringan Medan. Dalam tiga bulan ini tercatat lebih dari 200 gram shabu diamankan. Bukan hanya narkoba, angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Sumbawa dalam 8 bulan ini mencapai 288 kasus. Penganiayan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak menempati rating tertinggi. “Ini masalah bersama dan harus disikapi secara bersama-sama,” ajak Kapolres Widy Saputra.

Persoalan Pilkada juga dibahas. Untuk mengantisipasi segala potensi kerawanan keamanan menjelang Pilkada, sudah dideklarasi Pilkada damai. Tak hanya itu Kapolres, Dandim dan Kajari melakukan safari politik dengan menyambangi semua pimpinan parpol. Tak hanya keamanan, Pilkada ini juga terkait dengan Covid. Sebab tahapan kampanye nanti digelar masih dalam suasana pandemic covid. Tentunya masyarakat harus diedukasi agar dapat mematuhi protocol kesehatan pencegahan covid-19. Hal ini mengingat kasus Covid di Kabupaten Sumbawa kian meningkat.

Selanjutnya persoalan pertanahan. BPN telah menginventarisir potensi masalah. Misalnya lahan di jalur Samota. Terjadi tumpang tindih kepemilikan lahan. Ini marak terjadi ketika dilakukan pembukaan jalan jalur Samota yang berdampak terhadap harga tanah melambung. Kemudian lahan di Pelabuhan Teluk Santong. Banyak lahan di wilayah itu telah bersertifikat atas nama masyarakat. Ada juga lahan di dalam kawasan yang sudah ber-SPPT. Semua ini perlu diantisipasi agar tidak terjadi permasalahan baik terhadap pembebasan lahan maupun proses pembangunan di wilayah setempat. “Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah salah satunya untuk menarik SPPT yang diterbitkan atas lahan di dalam kawasan hutan. Kami juga akan menandatangani MoU dengan kejaksaan untuk menyelesaikan persoalan atau sengketa tanah di beberapa tempat,” timpal Kepala BPN Sumbawa, Subhan SH.

Di bagian lain dibahas juga terkait keberadaan orang asing yang bekerja secara ilegal di Kabupaten Sumbawa. Dalam menangani masalah ini, Imigrasi membentuk Tim Pora yang terdiri dari sejumlah unsur. Tim ini akan mengawasi dan menindak orang asing yang menyalahi ketentuan terkait keberadaannya. Peran Tim Pora ini sangat penting mengingat personil Imigrasi yang terbatas dengan jangkauan pengawasan wilayah yang cukup luas.

Sementara itu Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, SH., M.Hum dalam kesempatan itu menilai pertemuan tersebut sangat penting karena membahas berbagai masalah daerah sekaligus solusi dalam mengatasinya. Sebab persoalan ini berdampak terhadap gangguan keamanan atau kondusifitas daerah. Karena itu pertemuan ini dapat dijadikan agenda rutin dan berkesinambungan dengan menghadirkan Pemda dan DPRD Sumbawa selaku eksekutor. Kajari meyakini dari pertemuan ini segala permasalahan dapat dicarikan solusi karena semua pihak bersinergi. Pemda selaku pihak yang memiliki kewenangan akan diback-up instansi terkait. Pertemuan ini tegas Kajari, tidak berbicara masalah politik dan keberpihakan, tapi semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan daerah ini. “Pertemuan ini awal yang baik untuk terus dilaksanakan. Intinya dari pertemuan ini terbangun sinergitas demi terwujudnya Sumbawa yang kondusif,” tandas Kepala Bandara Sumbawa, Sutarmin. (JEN/SR)

Lihat Juga

Pilkada Langsung Keempat Adalah Kemenangan Pasangan Nomor 4

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24/9/2020) Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *