Home / Ekonomi / Diduga Buka Lowongan Kontroversial, Bank BTPN Sumbawa Dituding Diskriminasi

Diduga Buka Lowongan Kontroversial, Bank BTPN Sumbawa Dituding Diskriminasi

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12/8/2020)

Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) Sumbawa membuat khalayak terkejut. Pasalnya, bank yang berlokasi di Jalan Garuda No. 178 Sumbawa tersebut diduga membuka lowongan kerja yang cukup kontroversial. Bahkan terkesan diskriminatif. Sebab dalam lembaran yang tersebar secara daring dan berantai ini, termuat persyaratan untuk melamar di bank yang menangani dana para pensiunan tersebut. Dari lima item persyaratan ini, ada satu yang mengusik. Yaitu Bank BTPN Sumbawa mencantumkan persyaratan pelamar harus alumni universitas tertentu. Tentu saja item persyaratan ini mengamputasi kesempatan bagi alumni universitas selain universitas yang disebutkan di dalam lowongan itu.

Persoalan itu mendapat sorotan tajam dari Ketua APINDO Sumbawa, Zulkarnain ST., MT. Kepada samawarea.com, Rabu (12/8), Naen—sapaan pria yang juga akademisi ini, menilai ada yang salah dalam pamflet lowongan pekerjaan yang disebarkan pihak bank dengan mencantumkan persyaratan alumni kampus tertentu. Menurut Naen, ini sama halnya mendistorsi lembaga pendidikan di Tana Samawa dan NTB. “Jika ini benar maka pihak Bank telah berlaku tidak adil pada alumni kampus yang lain,” tukasnya.

Untuk itu sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sumbawa ini, Naen sangat menyesalkannya. “Jika ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu dengan pretense tertentu maka saya mengharapkan pihak bank bisa memberikan klarifikasi,” tukasnya.

Kepala BTPN Sumbawa, Depy Anto Simorangkir yang berusaha ditemui sejumlah wartawan, Rabu (12/8) siang, tidak berhasil dikonfirmasi. Menurut Najib–petugas security setempat, bossnya tersebut belum bersedia menerima wartawan. Bahkan mempersilahkan wartawan untuk mengkonfirmasi kampus yang tertera di dalam lowongan pekerjaan itu.

Sementara itu Rektor Universitas Samawa (UNSA), Dr. Syafruddin ME bersama dua orang dosennya, mendatangi Kantor BTPN Sumbawa, Rabu (12/8/2020). Kedatangan orang nomor satu di kampus biru itu untuk meminta klarifikasi soal lowongan pekerjaan dimaksud. Dikonfirmasi soal pertemuannya dengan Kepala BTPN, Doktor Syaf Gen—akrab Rektor muda ini disapa mengaku mendapat kiriman brosur lowongan itu malam hari. Saat dibaca, Doktor Syaf Gen mengaku kaget bahwa ada persyaratan yang bunyinya janggal. Paginya ia mengajak dua orang dosen yang mengerti hukum ke kantor BTPN menemui direkturnya. Dalam pertemuan itu, ia menyarankan agar pimpinan BTPN itu dapat memberikan klarifikasi melalui media massa. Kepada Rektor, Pimpinan BTPN ini membantah ada persyaratan janggal seperti itu dalam brosur lowongan. Brosur itu bukan dibuat oleh BTPN, melainkan dibuat oleh oknum di kampus tersebut. BTPN tidak pernah mencantumkan syarat harus alumni perguruan tinggi tertentu. Brosur dari BTPN itu mencantumkan persyaratan bersifat umum. Namun yang tersebar itu sudah diedit dan ditambah dengan persyaratan yang bukan dari BTPN. “Jadi saya simpulkan ini bukan kesalahan BTPN. Tapi saya tetap sarankan BPTN untuk memberikan klarifikasi di media massa agar tidak menjadi referensi masyarakat dengan syarat-syarat yang diskriminatif. Pimpinan BPTN mengaku tidak bisa mengambil langkah sendiri untuk publikasi di media massa, karena sangat tergantung dari perintah pimpinan pusat,” ujar Rektor Syaf Gen. (SR)

Lihat Juga

Perumdam Batu Lanteh Launching “Simalar Mobile”, Cek Tagihan Kini Bisa Dimana Saja   

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (20/9/2020) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa melaunching ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *