Home / Pendidikan / Pertama di Indonesia, SMAN 2 Sumbawa Pilih Ketua OSIS Secara E-Votting

Pertama di Indonesia, SMAN 2 Sumbawa Pilih Ketua OSIS Secara E-Votting

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9/8/2020)

SMA Negeri 2 Sumbawa Besar mencatat sejarah baru. Di tengah masa pandemic Covid ini, sekolah favorit di Kabupaten Sumbawa tersebut menggelar SMANDA Virtual Democration yaitu Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS 2020/2021 secara virtual. Dan sistem pemilihan e-Votting seperti ini adalah yang pertama bukan hanya di Kabupaten Sumbawa dan NTB, tapi juga di Indonesia. Rencananya, pesta demokrasi ini digelar pada Hari Selasa, 11 Agustus 2020. Tercatat ada tiga kandidat yang akan bersaing merebut simpati 749 siswa. Adalah pasangan bernomor urut 1 Anugrah—Putri yang mengusung jargon “Be Religious, Be Genius, Be Marvellous”. Pasangan nomor urut 2 Hanif—Yerika mengangkat “Integritas Adalah Melakukan Hal yang Benar Bahkan Saat Tak Ada Orang yang Melihat”. Kemudian pasangan nomor urut 3 Fahri—Tata, dengan jargon “Pengalaman dan Perjalanan Adalah Awalan untuk Sebuah Proses”.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Bambang Wahyudi S.Pd kepada samawarea.com, Minggu (9/8) mengatakan, pemilihan Ketua dan Wakil ketua OSIS di sekolahnya harus dilakukan mengingat berakhirnya masa bhakti kepengurusan sebelumnya. Mengingat masih dalam masa pandemic Covid, pihaknya mencari cara untuk melaksanakannya dengan menyiasati segala keterbatasan yang ada. Pasalnya, pemerintah mewajibkan agar semua kegiatan harus menerapkan protocol kesehatan dengan menghindari interaksi dan tatap muka secara langsung, dilarang menghimpun banyak orang, menghindari kerumuman dan lainnya. Karena itu SMANDA membuat sistem pemilihan e—votting atau pemilihan secara virtual. Ini dilakukan untuk memberikan ruang berekspresi, agar siswa memiliki kebebasan dalam berekspresi, menyampaikan pendapat dan pilihan tanpa harus bertemu langsung sebagaimana yang lazim dilakukan sebelum masa pandemic ini. “Kami tidak ingin mematikan kebebasan berpendapat siswa, kami mencari cara agar itu bisa diekspresikan sesuai dengan protocol kesehatan penanganan covid. Karena kami sadari kebebasan berekspresi merupakan denyut nadi kehidupan kita,” kata Wakasek inovatif ini.

Pelaksanaan e—votting ini ungkap Bambang, sangat memungkinkan dengan memanfaatkan Google Classroom. Karena 99 persen siswa SMA Negeri 2 Sumbawa memiliki akun Google Classroom yang selama ini digunakan untuk proses belajar mengajar dengan sistem BDR (Belajar Dari Rumah), sehingga nantinya memudahkan dalam proses pemilihan pengurus OSIS. Teknisnya, panitia pemilu memberikan kode kepada seluruh siswa untuk masuk ke ruang data, yang kemudian diverifikasi satu per satu untuk memastikan mereka benar-benar siswa SMAN 2 Sumbawa. Selanjutnya dibuatkan sistem pengamanan (security). Masing-masing siswa, hanya dapat memilih sekali untuk satu kandidat dan langsung saat itu terlihat hasilnya. Ia berharap pada hari-H nanti, tidak ada kendala baik dalam teknis pemilihan maupun koneksi jaringan internet. (JEN/SR)

Lihat Juga

UTS Gelar Lokakarya Kurikulum Kampus Merdeka Fakultas Psikologi

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17/9/2020) Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama. Artinya, universitas bukanlah satu-satunya institusi yang dibebankan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *