Home / Ekonomi / Usaha di Tengah Pandemi, Kerupuk Kepiting Tanpa Pengawet

Usaha di Tengah Pandemi, Kerupuk Kepiting Tanpa Pengawet

LOMBOK TIMUR, samawarea.com (8/8/2020)

Dusun Puyahan Desa Lembar selatan menyimpan Potensi menjanjikan dalam mengolah rajungan atau kepiting menjadi penganan yang lezat dinikmati. Usaha ekonomi produktif ini bagian dari upaya untuk mewujudkan kampung sehat.

Kapolsek Lembar, IPDA Boy Ari Purnomo selaku Team pelaksana Kampung Sehat mengatakan, usaha rumahan kerupuk kepiting ini bagian dari produk kreatif warga Desa Lembar Selatan dalam bidang ekonomi. “Dalam produksi di tempat ini sudah bagus, sudah menerapkan protocol kesehatan covid-19,” ungkapnya.

Bersama Team Kampung sehat, Polsek meninjau langsung Kegiataan masyarakat dalam pembuatan kerupuk dari bahan Cankang Keranjungan atau Kepiting ini. Ternyata semua dilakukan masih secara manual, dan dari penjelasan pemilik usaha ini dijamin bebas dari bahan kimia atau pengawet. Usaha kerupuk kepiting ini tergolong masih belum dikenal secara luas oleh masyarakat, sehingga menurutnya Dusun Puyahan memiliki potensi menjanjikan, karena desa ini dikenal sebagai penghasil kepiting.

Sementara itu pemilik usaha kerupuk kepiting, Hasanudin menjelaskan, usaha yang digelutinya ini masih terbatas industry rumahan. “Semua masih dikelola sendiri, kapasitas produksi tergantung dengan ketersediaan bahan baku,” ujarnya.

Hasanudin menjelaskan, dari penyediaan bahan baku berupa kepiting hingga pengolahan masih sebatas melibatkan keluarga. Hanya kendalanya ketersediaan bahan baku karena tergantung cuaca. “Industri rumahan ini dikelola keluarga, jadi kalau dapat bahan, ya produksi, kalau tidak menunggu hingga mendapatkan bahan baku,” katanya.

Mengenai harga yang dipatoknya untuk produk kerupuk kepiting yang diolahnya ini tidak terlampau mahal. Perbungkus dipatok Rp 5.000. Peminatnya cukup lumayan. Tapi saat ini hanya mampu memenuhi permintaan masyarakat sekitar. Namun demikian, Hasanudin merasa sangat bersyukur, di tengah pandemic Covid-19 ini, usaha kerupuk kepiting yang digelutinya bisa menopang kebutuhan keluarga. “Alhamdulliah, walaupun hanya usaha kecil-kecilan mampu menghidupi keluarga, dan memberi penghasilan tambahan untuk warga lainnya,” tandasnya.

Untuk itu, Hasanudin berharap dapat mengembangkan usahanya, mengingat saat ini kerupuk keriting yang diproduksinya ini masih belum bisa memenuhi permintaan pasar. (SR)

Lihat Juga

Provost Tindak Tegas Anggota Tak Pakai Masker dan Tak Bawa Handsanitizer

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21/9/2020) Sebelum melakukan tindakan keluar, jajaran Polres Sumbawa melakukan tindakan ke dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *