Home / HukumKriminal / Keluarga Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid di RSUD Kota Bima, ini yang Dilakukan Polisi

Keluarga Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid di RSUD Kota Bima, ini yang Dilakukan Polisi

KOTA BIMA, samawarea.com (8/8/2020)

Penjemputan jenazah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di rumah sakit oleh keluarga kembali terulang. Sebelumnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, kini Jum’at (7/8) sekitar pukul 15.00 Wita kejadian serupa kembali terjadi di RSUD Kota Bima. Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono mengungkapkan, dalam menghadapi kondisi tersebut pihaknya telah berupaya maksimal dalam melakukan pengamanan, baik saat proses penjemputan di RSUD maupun di tengah-tengah keluarga dan masyarakat terkait. “Mengetahui ada pasien yang dinyatakan positif Covid-19 meninggal di RSUD Bima yang dijemput keluarganya, kami berusaha maksimal melakukan pengamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Dikatakan, selain melakukan pengamanan saat penjemputan di RSUD Kota Bima, pihaknya juga berupaya melakukan pendekatan dengan keluarga jenazah. Termasuk melakukan pengawalan hingga ke rumah duka di Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur. “Jajaran di lapangan sudah melakukan upaya semaksimal mungkin bersama pihak rumah sakit, dalam memberikan pemahaman kepada keluarga almarhumah. Untuk memastikan situasi dan kondisi tetap kondusif, personel terus memantau dan mendampingi setiap proses saat penjemputan,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Kapolres, guna memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Wakapolres Bima Kota langsung terjun menyambangi rumah duka untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. “Pak Wakapolres bersama jajaran langsung turun ke lapangan melakukan edukasi dan negosiasi dengan keluarga almarhumah, agar dalam penanganan dan pemakaman dilaksanakan dengan mematuhi protokol Covid-19,” jelasnya

Untuk diketahui, almarhumah RK (56) dirawat di kamar Zaitun Ruang VIP RSUD Kota Bima, sejak 3 Agustus lalu dengan gejala batuk, pilek, dan sesak napas. Sesuai hasil rapid test almarhumah dinyatakan reaktif Covid-19, sehingga oleh pihak rumah sakit dilakukan swab test dimana sampel sweb-nya dikirim ke RSUD Provinsi NTB. “Setelah pasien meninggal dunia baru keluarga pasien diberi tahu bahwa pasien terpapar Covid-19. Hal itu yang menyebabkan penolakan dari pihak keluarga pasien (almarhumah, red),” kata Kapolres Bima Kota.

Terpisah, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, SIK., M.Si., mengimbau kepada seluruh masyarakat NTB khususnya warga Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, agar tetap tenang dan menjaga kondusifitas daerah serta membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19. “Atas nama Kapolda NTB, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, mari kita bersama-sama menekan penyebaran Covid-19. Insya Allah, dengan kebersamaan dan tujuan yang sama wabah yang melanda hampir seluruh Nusantara ini akan segera bisa tertangani,” imbaunya.

Ia meminta untuk mengikuti arahan dan prosedur penanganan Covid-19, dengan cara menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan biasakan pola hidup bersih dan sehat serta membantu dengan bermunajat, berdoa kepada Allah. (SR)

 

Lihat Juga

Pencurian di Manggelewa, Tiga Orang Ditangkap, Satunya Wanita

DOMPU, samawarea.com (19/9/2020) Tim Puma Polres Dompu meringkus dua orang pria dan satu perempuan, Sabtu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *