600 Lebih Siswa SMAN 1 Plampang Dapat Kuota Internet Gratis

oleh -5 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7/8/2020)

SMAN 1 Plampang memberikan kuota internet gratis ke seluruh siswanya yang jumlahnya 600 lebih. Pemberian kuota masing-masing 4 GB ini untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sistem dalam jaringan (daring) selama masa pandemi Covid-19.

amdal

Kepala SMAN 1 Plampang, Abdul Malik, S.Pd M.Pd mengatakan, bantuan kuota internet itu diberikan setelah adanya SE Kemendikbud RI No. 4 Tahun 2020 tentang kebijakan terhadap pendidikan dalam masa pandemi Covid-19 sebagai hasil analisis proses belajar daring beberapa bulan ke belakang. Dari analisis tersebut, banyak siswa yang kesulitan belajar karena tak mempunyai uang lebih untuk membeli kuota internet. “Nah, dari situ kita mengacu petunjuk teknis dalam kebijakan sekolah secara daring, salah satunya dengan membiayai kuota internet bagi siswa. Ini diberikan kepada siswa sehingga mereka tidak akan mengeluh karena ini (kuota internet) menjadi hal yang terbebani dalam belajar daring,” ujar Abdul Malik, Kamis (6/8/2020).

Bantuan kuota internet ini berasal dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pihak sekolah membagikan kartu kuota internet dari Propyder XL dan Telkomsel untuk sekali pakai kepada setiap siswa melalui wali kelas guna menyiasati agar tidak terjadi kerumunan. Abdul Malik pun meminta setiap orangtua bisa ikut berperan mengawasi agar kuota internet tak digunakan selain untuk kegiatan belajar. Namun demikian Malik mengakui masih ada siswanya yang tidak memiliki android. Dalam mengikuti sistem daring, mereka terpaksa meminjam HP kakaknya, paman dan tetangga yang baik hati. Ketika HP itu dikembalikan, siswa tersebut keluar masuk grup.

Baca Juga  Alumni SMPN 1 Plampang Tahun 2000 Temu Kangen

Di akhir wawancara, Malik tetap meminta siswa dan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan selama kegiatan BDR (belajar dari rumah). “Sesuai Surat Edaran Kemenbud RI nomor 4 Tahun 2020 sudah jelas, selama Pandemi Covid-19 tatap muka tak boleh dilakukan. Sehingga, MPLS masa pengenalan lingkungan sekolah semua masih secara daring,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda