Home / HukumKriminal / Dipicu Asmara, Seorang Mahasiswi Tewas Ditikam Dosen
Tersangka dan Almarhumah

Dipicu Asmara, Seorang Mahasiswi Tewas Ditikam Dosen

BIMA, samawarea.com (5/8/2020)

Intan Muliayati (22) meninggal dunia setelah ditikam oknum dosen berinisial AS (31), Rabu (5/8/2020). Oknum dosen salah satu pergutuan tinggi swasta di Kota Bima ini ditangkap Tim PUMA Polres Bima Kota 20 menit setelah kejadian, ketika berusaha kabur.

Kapolda NTB melalui Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Kombes Pol. Hari Brata, SIK., MH, dalam keterangan persnya, mengakui adanya kejadian itu. Terduga pelaku yang tidak lain adalah pacar korban ini, ditangkap dalam waktu 20 menit pasca kejadian. Sempat dilakukan pengejaran dan berhasil dicegat di jalan lintas Soekarno Hatta. Saat diinterograsi awal, tersangka mengakui semua perbuatannya. Tersangka juga mengaku telah membuang senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya korban. Sesuai laporan Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim, peristiwa penganiayaan tersebut dipicu masalah asmara di antara tersangka dan korban. “Oknum dosen salah satu perguruan tinggi di Kota Bima itu adalah warga Dusun Maria Utara Desa Maria Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Sedangkan korban merupakan warga Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasana’E Timur, Kota Bima,” ujarnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, aksi oknum dosen itu lantaran tak menerima informasi, sang pacar berparas cantik tersebut akan melangsungkan pernikahan dengan orang lain. Karena itu Hari Rabu (5/8) sekitar pukul 08.40 Wita, tersangka membuntuti korban sekembali mengantar ibunya ke pasar. “Tersangka membuntuti korban dari arah pasar. Saat korban melintas di jalan lintas Gunung Raja, Kelurahan Dara Kota Bima, tersangka lansung memberhentikan korban,” tuturnya.

Setelah menghentikan korban terjadi percekcokan antara keduanya. Tanpa diduga tersangka mengeluarkan pisau dari dalam tas dan langsung menikam korban secara membabi buta. “Korban terkapar bersimbah darah dengan luka bacokan di sejumlah bagian tubuh,” imbuhnya.

Dalam kondisi luka parah, korban dilarikan warga ke RSUD Bima. Namun sayang kondisi korban yang mengeluarkan banyak darah akhirnya tak tertolong. Pukul 09.10 Wita korban dinyatakan meninggal dunia. Kini oknum dosen itu meringkuk di balik jeruji besi Satreskrim Polres Bima Kota, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara BB yang berhasil diamankan Polisi di antaranya sebilah pisau yang digunakan menusuk korban, satu jaket warna hitam, satu tas warna hitam, dan sebuah dompet warna hitam.

Terpisah, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, SIK. M.Si saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengimbau masyarakat khusus warga Kota Bima tetap bijak dalam menyikapi kejadian tersebut. “Atas nama Kapolda NTB, kami harap masyarakat bisa dengan arif dan bijaksana dalam menyikapi kejadian ini. Percayakan penyelesaiannya kepada pihak berwajib dalam hal ini Polres Bima Kota,” imbaunya.

Kabid Humas mengatakan, Indonesia adalah negara hukum dan semua warga negara terikat dengan hukum. Artinya, kasus ini akan diselesaikan secara hukum, sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. “Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudari kita Intan, semoga arwah almarhumah diterima di sisi Allah dan mendapat tempat terbaik. Aamiin,” tutup Kombes Artanto. (SR)

 

Lihat Juga

Hari Kedelapan Operasi Yustisi Wajib Masker, Timgab Jaring 46 Pelanggar

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21/9/2020) Operasi Yustisi Wajib Masker di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa memasuki hari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *