Home / HukumKriminal / Akhiri Aksi Demo, Kapolres Temui Keluarga Korban Pembunuhan

Akhiri Aksi Demo, Kapolres Temui Keluarga Korban Pembunuhan


DOMPU, samawarea.com (31/7/2020) K

Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat SH, S.IK, Rabu (29/7/2020) memenuhi janjinya untuk bertemu dan bertatap muka dengan Aliansi Masyarakat Peduli Korban Pembunuhan Sadis (AMPKPS) Kabupaten Dompu, yang merupakan keluarga Almarhum Iskandar,p korbanskorban. Pertemuan yang berlangsung di Masjid Miftahul Jannah Polres Dompu ini, juga dihadiri Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim Polres Dompu.

Pada momentum ini, perwakilan keluarga korban, Supratman bahwa sampai saat ini masih berduka atas kejadian pembunuhan sadis. Selain itu lanjut Supratman, pihaknya juga meminta kepada Reskrim Polres Dompu untuk bekerja secara profesional dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut. Termasuk menetapkan tersangka lain yang sampai hari ini masih berkeliaran. “Kami menginginkan kepolisian untuk lebih mendalami dengan serius dalam menangani kasus ini,” katanya.

Supratman mengungkapkan, kasus pembunuhan sadis tersebut berawal dari permusuhan sejak Tahun 2018 hingga berujung pada kasus pembunuhan yang terjadi di Tahun 2020. “Kami mencurigai dalam kasus pembunuhan ini pelakunya lebih dari satu orang. Bahkan kami juga menduga kalau kasus ini adalah pembunuhan berencana,” bebernya seraya mengatakan keluarga tetap menuntut keadilan.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat SH, S.IK, menyatakan akan terus mengusut kasus tersebut. Pemeriksaan saksi masih dilakukan termasuk mendalami petunjuk yang ada. Kapolres juga meminta dukungan keluarga korban untuk memberikan identitas para saksi agar bisa dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kapolres menegaskan, pihaknya tetap bekerja secara profesional dalam menangani kasus tanpa ada keberpihakan kepada siapapun. “Saya siap pertaruhkan jabatan, apabila kami tidak profesional dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.

Di akhir penyampaian pun, Kapolres juga mengingatkan kepada para pihak khususnya keluarga korban untuk tidak melakukan aksi menutup jalur jalur jalan. Sebab jika itu dilakukan, maka aktivitas penggunaan jalan akan lumpuh total atau menghambat aktifitas lalu lintas. “Kasihan para pengguna jalan harus terhambat aktifitasnya akibat adanya aksi menutup jalur jalan,” tandasnya. (SR)

Lihat Juga

Sosialisasi Sanksi Denda Tak Pakai Masker, Pengendara Dihukum Push-up  

LOMBOK BARAT, samawarea.com (8/8/2020) Pasca disahkannya Perda tentang Penanggulangan Penyakit Menular atau Covid-19 oleh Dewan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *