Home / HukumKriminal / Polres Dompu Didemo, Massa Desak Ungkap Pelaku Lain Kasus Pembunuhan

Polres Dompu Didemo, Massa Desak Ungkap Pelaku Lain Kasus Pembunuhan

DOMPU, samawarea.com (13/7/2020)

Puluhan massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan untuk Korban Pembunuhan, menggelar aksi unjukrasa di depan Mapolres Dompu, Senin (13/7/2020) pukul 10.50 Wita. Massa yang dikoordinir Nasrullah, S.Pd datang menggunakan 2 kendaraan roda empat dan sekitar 20 sepeda motor. Dalam orasinya massa dari Desa O’o mempersoalkan kasus pembunuhan pada 12 Juni lalu yang dilakukan oleh SFD (29) warga Dusun Kala Timur, Desa O’o, Kabupaten Dompu yang telah diamankan di Polres Dompu sesuai dengan laporan polisi, LP/249/VI/2020/NTB/Res Dompu. Massa yang didominasi kaum perempuan ini sebagian besar adalah keluarga korban. Aksi tersebut berjalan aman dan damai. Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat SH, SIK menyambut massa di lapangan apel agar tak mengganggu arus lalulintas.

Di hadapan Kapolres, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan. Yakni, meminta Kapolres Dompu untuk menetapkan terduga pelaku berdasarkan peran dan keterlibatan. Massa menduga bahwa pembunuhan tersebut dilakukan lebih dari satu orang, dan menduga kuat pelaku utamanya masih bebas berkeliaran. Massa juga memintga agar olah TKP atau rekonstruksi harus dilakukan di TKP. Selanjutnya segera menetapkan pelaku lain, karena massa meyakini kasus pembunuhan tersebut bukan pelaku tunggal namun kasus pembunuhan berencana. Dalam kesempatan itu massa menduga pihak kepolisian tidak serius menanggapi atau menindaklanjuti berdasarkan laporan pihak keluarga tertera lepas/IV/2018 /NTB/Res.Dompu/Sek.Dompu sebagai antisipasi perbuatan melawan hukum berat.

Menanggapi beberapa tuntutan tersebut, Kapolres Dompu menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal melakukan penyelidikan maupun penyidikan kasus pembunuhan tersebut. Pihaknya tidak akan sembunyikan jika memang ada fakta baru yang ditemukan temukan dalam proses penyidikan. “Kami akan tetapkan seseorang dalam kapasitasnya jika memang dalam penyidikan itu terbukti,” tegas Kapolres.

Sebagai bentuk transparansi dalam penanganan perkara ini, pihaknya akan menginformasikan kepada keluarga korban dengan mengirimkan surat tentang perkembangan hasil penyidikan. Dan mengenai rekonstruksi di TKP, sejauh ini belum dilakukan karena belum masyarakat terutama keluarga korban yang bersedia dan sanggup menjamin keamanan pelaksanaan rekonstruksi dimaksud. “Nanti akan kami pertimbangkan kembali,” ujar Kapolres.

Setelah mendapat penjelasan dari Kapolres, massa akhirnya membubarkan diri pada pukul 12.30 Wita. Situasi berjalan aman, tertib dan kondusif dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. (SR)

Lihat Juga

Berlebaran di Lombok, 10 Taruna Akpol Dapat Wejangan Kapolda  

MATARAM, samawarea.com (3/8/2020) Sebanyak 10 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang sedang cuti kenaikan pangkat tahun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *