Home / Ekonomi / Ditinggal PTNNT Pantai Maluk Tak Terurus, Minta AMNT Turun Tangan

Ditinggal PTNNT Pantai Maluk Tak Terurus, Minta AMNT Turun Tangan

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (13/7/2020)

Pantai Maluk merupakan salah satu pantai wisata terbaik di Kabupaten Sumbawa Barat. Letaknya di Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk. Obyek wisata yang masuk dalam wiloayah daerah lingkar tambang ini dulunya dikelola oleh PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Perusahaan tambang yang berpusat di Colorado Amerika ini bukan hanya memperhatikan dan mengembangkan obyek tersebut, tapi para pedagang setempat diberdayakan. Namun setelah beralihnya kepemilikan tambang dari PTNNT ke PT AMNT, Pantai Maluk sudah tak pernah disentuh lagi, apalagi memperhatikan pedagang yang ada.

Effendi—salah seorang pedagang di Pantai Maluk yang ditemui belum lama ini, mengatakan kondisi Pantai Maluk saat ini memerlukan pemulihan kembali pasca diterjang ombak besar beberapa waktu lalu. Tentunya dibutuhkan anggaran yang besar untuk mengembalikan daya tarik Pantai Maluk. “Kita sudah melakukan perbaikan dengan keterbatasan yang kita miliki, tapi tidak maksimal,” akunya.

Ketika masa PT.NNT beroperasi, lanjut Effendi, setiap terjadinya bencana seperti ini pasti ditangani dengan memperbaiki setiap kerusakan dan mengembalikan keindahan Pantai Maluk. Bukan hanya pantainya, fasilitas tempat mereka berdagang pun ikut diperbaiki. Kini Pantai Maluk sudah tidak ditangani lagi oleh perusahaan tambang pasca diakuisisinya pemilik saham dari PTNNT ke PT AMNT.  “Lihat saja kondisi pantai sekarang ini, seluruh fasilitas yang ada seperti taman, musholla, dan toilet yang dibangun PT Newmont sekarang tidak ada yang pelihara sehingga kondisinya sudah tidak layak digunakan lagi,” ujarnya lirih.

Saat itu, tutur Effendi, ada 7 orang petugas yang digaji PTNNT untuk memelihara Pantai Maluk sehingga pesonanya selalu terjaga. “Sekarang, jangankan membangun fasilitas tambahan, melanjutkan untuk memelihara saja tidak ada, bahkan sejauh pengetahuan kami yang jualan di sini, belum pernah kami melihat pihak perusahaan datang melihat kondisi pantai ini,” sesalnya.

Sebelumnya ada wahana permainan air seperti Kano dan Banana Boat yang menjadi  salah satu daya tarik Pantai Maluk. Sekarang sudah tidak ada dan pengunjung pun berkurang. Kondisi ini sangat berimbas pada penghasilan pedagang setempat. Ketika ada wahana itu, penghasilan mereka setiap Hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai Rp 2—3 juta. Kini pada hari libur paling tinggi Rp 500 ribu, biasanya rata-rata Rp 300 ribu. Effendi berharap pihak perusahaan membantu mengembangkan Pantai Maluk sebagai tanggung jawab perusahaan melalui Program CSR-nya kepada masyarakat lingkar tambang. Sebab sangat dirasakan dampak dari indahnya Pantai Maluk bagi meningkatnya pendapatan mereka dari berdagang yang menjadi satu-satunya mata pencaharian. Ia juga berharap penerapan roster kerja karyawan seperti dulu, agar karyawan tersebut bisa berkunjung ke Pantai Maluk. Pasalnya, banyak pengunjung pantai ini dari karyawan perusahaan yang mengajak serta keluarganya untuk menikmati indahnya pantai tersebut.

Menanggapi hal itu, Manager Head of Coorporate Comunication PTAMNT, Kartika Octaviana menyebutkan Pantai Maluk itu sebenarnya di luar project area. Jika dilihat saat ini, kata Kartika, kondisi Pantai Maluk memang rusak akibat abrasi air laut pasang beberapa bulan lalu. Ketika ingin diprogramkan kembali, harus dipikirkan secara matang karena potensi abrasi masih sangat besar. “Jadi untuk pengelolaan itu harus direncanakan matang-matang,” ujarnya.

Perusahaan lanjut Kartika, tidak bisa bergerak sendiri, harus bersama pemerintah yang memang sebenarnya pengelola utama dari Pantai Maluk. “Jadi programnya harus terintegrasi dengan apa yang pemerintah hendak lakukan untuk Pantai Maluk karena tentu kita akan support setiap program pemerintah dalam pengelolaan pariwisata,” imbuhnya.

Saat ini, ungkap Kartika, AMNT sedang membangun master plan untuk meningkatkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) untuk KSB dan Kabupaten Sumbawa agar dampak sosial yang diberikan perusahaan lebih sustainable. “Tentunya kami akan melihat area-area yang berpotensi besar untuk pariwisata dan membangun rencana yang matang,” pungkasnya. (HEN/SR)

Lihat Juga

Sukseskan Pilkada Sumbawa, Bawaslu dan Wartawan Gelar Rakor

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6/8/2020) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi dengan seluruh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *