Home / Ekonomi / “Membeli Rumah Tanpa Membayar” Hanya di Maras Alam Permai

“Membeli Rumah Tanpa Membayar” Hanya di Maras Alam Permai

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10/7/2020)

Sebanyak 70 unit rumah mulai dibangun di kawasan Olat Maras Kecamatan Moyo Hulu. Pembangunan ini ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) di lokasi yang dinamakan Maras Alam Permai (MAP), Jumat (10/7/2020) pagi. Hadir dalam kesempatan itu Rektor UTS, Chairul Hudaya Ph.D, Dirut Utama PT Maras Aset Properti Ahmad Jibril M.AP, dan beberapa direktur yaitu H Ilham Mustami S.Ag, Lukman Nuryadin, dan Mujiburrahman serta Komisaris Utama Toni Cahyono, yang kemudian didaulat untuk melakukan peletakan batu pertama.

Direktur PT Maras Aset Properti, H Ilham Mustami S.Ag dalam sambutannya mengatakan, bahwa perumahan Maras Alam Permai (MAP) adalah komplek hunian yang terletak di jantung beberapa kampus ternama Sumbawa seperti Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Institut Ilmu Sosial Budaya Samawarea (IISBUD Sarea) dan Akademi Komunitas (AKOM). Menghadirkan perumahan ini ungkap Haji Ilham—akrab mantan Pimpinan DPRD Sumbawa ini disapa, sebagai ikhtiarnya untuk bersaing dengan pengembang lainnya. Ketika pengembang lain focus untuk membangun rumah subsidi, pihaknya mencoba mencari konsep baru dan berbeda bagaimana membangun perumahan yang bertipe besar dan layak sebagai hunian, serta memiliki nilai investasi yang produktif. Sebab dengan type 55, memiliki 4 kamar tidur, dan 2 kamar mandi, berpotensi untuk dijadikan usaha atau jasa penyewaan kamar atau kos-kosan. Dengan usaha ini, minimal pemiliknya dapat meraup pendapatan sebesar Rp 2,4 juta dengan harga per kamar Rp 600 ribu (lengkap lemari dan tempat tidur) atau kosongan Rp 500 ribu per kamar/bulan. Dengan usaha yang berjalan ini, pemiliknya bisa dikatakan membeli rumah tanpa membayar. “Konsep ini sangat berbeda dengan konsep perumahan yang telah ada di Kabupaten Sumbawa,” kata Haji Ilham.
Dalam merealisasikan konsep tersebut, lanjut Haji Ilham, tentu pihaknya mencari kawasan dengan pertumbuhan cepat. Dan satu-satunya kawasan dengan pertumbuhan yang cepat di Kabupaten Sumbawa ini berada di kawasan Olat Maras. Ia pun berharap keberadaan MAP, dapat berkonstribusi atau berpartisipasi dalam pertumbuhan kawasan tersebut.

Untuk diketahui, komplek perumahan MAP ini berada di lahan seluas 1,4 Ha, dan akan dibangun sebanyak 70 unit dengan type 55 dengan sisa lahan setengah dari bangunan yang bisa dikembangkan oleh pemiliknya. Nantinya di komplek perumahan ini akan dibangun mushollah, food center dan taman Wi-Fii Gratis. Sambil makan, pengunjung dapat memanfaatkan wi-fii untuk berinternet ria, atau saran belajar terutama bagi mahasiswa UTS, IISBUD dan AKOM. Untuk keamanan juga menjadi focus perhatian. Nantinya komplek akan dipagar tembok keliling dan dilengkapi dengan CCTV, sehingga para penghuni merasa aman dan nyaman. “Semoga dengan peletakan batu pertama di Hari Jumat yang berkah ini, pembangunan berjalan lancar dan diridhoi Allah SWT serta membawa manfaat bagi banyak orang,” harapnya.

Sementara Rektor UTS, Chairul Hudaya Ph.D menyampaikan selamat atas terlaksananya ground breaking ini. Pembangunan perumahan di kawasan ini sangat potensial. Secara teori yang terbantahkan, bahwa kehadiran sebuah institusi pendidikan meski berada di hutan belantara sekalipun pasti mengalami kemajuan dan kawasan setempat mengalami pertumbuhan yang pesat. Ini sudah dibuktikan sejumlah kampus ternama seperti UI dan Gunadharma, kini UTS. Saat ini mahasiswa UTS sudah mencapai 3.600 orang ditambah dengan mahasiswa baru sekitar 1.800 orang. Jika ditambah dengan dosen dan staf UTS, jumlahnya bisa mencapai 5000-an orang. sementara kapasitas asrama yang disiapkan pemerintah dan dihibahkan kepada UTS untuk mahasiswa itu, hanya mampu menampung 300 orang. Selebihnya mahasiswa tinggal di luar kawasan kampus bahkan ada di Kota Sumbawa. Pastinya ini membutuhkan biaya yang besar baik untuk tempat tinggal maupun transportasi. Belum lagi dari sisi keamanan, karena jauh jarak tempat tinggal dan kampus, kerap terjadi kecelakaan dan tindak criminal lainnya. Karenanya, satu peluang bisnis yang sangat cocok di kawasan Olat Maras ini, bagaimana menyediakan hunian terutama untuk para mahasiswa. Rektor menilai sangat tepat langkah MAP membangun perumahan di dalam kawasan ini. “Kehadiran MAP di sini menjadi solusi dan sangat berarti bagi kami. Kami merasa terbantu oleh adanya perumahan ini. Sebab ini sangat berkaitan dengan rencana menjadikan Kawasan Olat Maras, yaitu city of innovation,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Usaha di Tengah Pandemi, Kerupuk Kepiting Tanpa Pengawet

LOMBOK TIMUR, samawarea.com (8/8/2020) Dusun Puyahan Desa Lembar selatan menyimpan Potensi menjanjikan dalam mengolah rajungan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *