Home / Kesehatan / Tanpa Riwayat, Mahasiswi UTS Terpapar Covid

Tanpa Riwayat, Mahasiswi UTS Terpapar Covid

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/7/2020)

Dua kasus baru positif Covid asal Kabupaten Sumbawa yang dirilis Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, 7 Juli 2020 kemarin, salah satunya adalah mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Hal ini dibenarkan Rektor kampus tersebut, Chairul Hudaya Ph.D yang dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Dikatakan Bang Irul—sapaan akrabnya, mahasiswi berinisial ED ini merupakan angkatan Tahun 2018 berasal dari Banten dan sudah dua tahun tinggal di asrama UTS di kawasan Olat Maras Kecamatan Moyo Hulu. Mahasiswi ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan orang yang positif Covid.

Kasus ini mulai terungkap, lanjutnya, ketika mahasiswi tersebut melakukan rapid test sebagai persyaratannya untuk melakukan perjalanan mudik ke Banten, 26 Juni lalu. Saat melakukan rapid test, kondisi kesehatannya sedikit menurun karena ada gejala flu. Hasil rapid test ternyata reaktif. Hari itu juga ditindaklanjuti dengan test swab, hasilnya negatif. Namun secara prosedur test swab harus dilakukan sebanyak dua kali. Ketika test swab yang kedua ini, hasilnya mengejutkan, mahasiswi bersangkutan dinyatakan positif Covid. “Mahasiswi ini sudah dijemput tim gugus tugas dan kini dalam perawatan tim medis Rumah Sakit Manambai Abdulkadir. Tapi kondisinya sejak 29 Juni lalu itu sudah sehat,” ujarnya.

Pasca terungkapnya kasus ini di asrama UTS, Bang Irul mengaku langsung bergegas menggelar rapat pimpinan dan berkoordinasi dengan semua jajaran kampus. Keputusannya kembali menerapkan Work From Home (WFH), dan melakukan tracing (penelusuran) terhadap siapa-siapa yang kontak dengan ED. Dan penghuni asrama dan tinggal seatap dengan ED tidak banyak, sekitar 15 orang. Karena selebihnya diliburkan atau kuliah dari rumah menyusul wabah covid yang sudah berlangsung selama beberapa bulan ini. “Kami akan fasilitasi untuk dilakukan rapid test, sekaligus meminta mereka untuk menjalani isolasi mandiri,” tandas Bang Irul.

Untuk beberapa staf yang bertugas terkait pelayanan seperti penerimaan mahasiswa baru, pembayaran dan lainnya tetap masuk. Itupun sebagian karena sebagiannya lagi bekerja dari rumah. Tak hanya itu, pihaknya bekerjasama dengan PMI Sumbawa melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan asrama dan sekitarnya.

Sebenarnya diakui Bang Irul, jajarannya sudah menerapkan protocol kesehatan dan new normal seperti mewajibkan menggunakan masker, social dan pshycal distancing, serta menyediakan tempat mencuci tangan. Dengan adanya kasus ini, jajarannya akan melakukannya lebih ketat lagi dengan mengerahkan tim keamanan untuk menjaga dan mengawasinya. “Kejadian ini ada baiknya, karena kampus menjadi responsif terhadap perkembangan yang terjadi di lapangan,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Resmi Diluncurkan, Mawar Emas Jadi Pelopor di Indonesia

LOMBOK TIMUR, samawarea.com (12/8/2020) Tanggal 12 Agustus 2020 menjadi catatan bersejarah bagi pembangunan ekonomi di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *