Home / Ekonomi / Batu Bangka, Desa Hijau yang Terapkan Pola STBM

Batu Bangka, Desa Hijau yang Terapkan Pola STBM

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6/7/2020)

Desa Batu Bangka adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Moyo Hilir. Desa ini ini terdiri dari 5 dusun, yakni Dusun Sengkal A, Dusun Sengkal B, Dusun Batu Bangka A, Dusun Batu Bangka B, dan Dusun Limung dengan jumlah penduduk 800 KK atau sekitar 3000 jiwa. Kini kondisi desa tersebut sangat berbeda dengan beberapa tahun belakangan ini. Lingkungan dan pekarangan warga tampak hijau menyehatkan. Pemandangan sejuk ini tercipta karena di setiap rumah warga dijumpai rimbunnya tanaman sayur-sayuran dan hortikultura. Sebab di desa itu mewajibkan setiap rumah untuk memanfaatkan pekarangan dan pagar untuk menanam sayur mayur dan tanaman obat-obatan sebagai apotik hidup. Di samping itu, warganya sudah terbiasa berperilaku hidup sehat dengan selalu menjaga kesehatan, mencuci tangan dan kaki. Pasalnya, setiap rumah telah tersedia bong (tempayan) tempat mencuci tangan dan kaki sebelum masuk ke rumah atau naik ke atas rumah (rumah panggung). Bong diletakkan di depan rumah masing-masing warga yang berada di atas Pampang (penyanggah bong dari kayu). Tidak mengherankan jika Desa Batu Bangka digadang-gadang menjadi salah satu desa yang akan unggul mengikuti Lomba Kampung Sehat di wilayah Kecamatan Moyo Hilir.

Untuk melihat kondisi desa ini secara langsung dari dekat, Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra SIK mendatangi Desa Batu Bangka didampingi Kasat Binmas dan Kapolsek Moyo Hilir. Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres ini disambut Kades Batu Bangka, H. Abdul Wahab beserta perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Kapolres Sumbawa sempat berkeliling memasuki setiap gang perkampungan setempat. Selain tanaman hijau dan bong cuci tangan di setiap rumah warga, juga sudah ada jamban dan sumur dangkal. Ternyata di Desa Batu Bangka telah menerapkan Pola STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

Kapolres Widy mengakuinya. Menurutnya, pola STBM ini merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya. Output STBM adalah setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat. Setiap rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, pustu) tersedia fasilitas cuci tangan sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dan sampah dengan benar. (SR)

 

Lihat Juga

Proyek Selesai Dua Tahun Lalu, Sisa Bayar Belum Tuntas, Ini Jawaban PUPR

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PUPR KABUPATEN SUMBAWA SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10/8/2020) Proyek Peningkatan Jembatan Sebeok ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *