Home / HukumKriminal / Satu Pelaku Pemerkosaan “Samota” Ternyata Residivis

Satu Pelaku Pemerkosaan “Samota” Ternyata Residivis

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1/7/2020)

Setelah merilis sketsa wajah dua pelaku pemerkosaan seorang siswi SMA di wilayah Samota, Kelurahan Brang Biji Sumbawa, pihak Polres Sumbawa mendapat petunjuk baru. Ternyata salah seorang pelaku adalah residivis. Hal ini diungkapkan Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra SIK saat dikonfirmasi usai Upacara Hari Bhayangkara ke-74 di Mapolres Sumbawa, Rabu (1/7/2020).

Salah satu pelaku ini lanjut Kapolres, pernah terlibat dalam kasus penganiayaan pada Tahun 2007. Guna mengendus keberadaan kedua pelaku tersebut, timnya masih bergerak. Selain itu menyebar sketsa wajah pelaku ke beberapa tempat termasuk beberapa titik penyeberangan untuk mencegat kemungkinan pelaku kabur ke luar daerah. Sejauh ini belum ada sehingga diduga kuat para pelaku masih berada di Pulau Sumbawa.

Ditanya soal kesulitan yang ditemui di lapangan dalam mengungkap kasus pemerkosaan ini, Kapolres mengaku tidak ada. Menurut Kapolres, hanya membutuhkan waktu untuk menangkap para pelakunya. “Namanya pergerakan manusia selalu berpindah-pindah, tapi kita terus berusaha. Karenanya kita sangat membutuhkan informasi dari masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan pelaku,” pintanya.

Seperti diberitakan, kasus pemerkosaan ini menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya) siswi SMA di Kabupaten Sumbawa, Jumat siang. Berawal ketika Bunga bersama kekasihnya duduk di pesisir Pantai Samota. Seorang penjaga kebun mendatangi keduanya untuk menanyakan apakah mereka memiliki handphone. Korban mengaku tidak memilikinya. Tak berselang lama muncul dua orang pria dari balik batu karang menghampiri korban. Kepada korban dan kekasihnya, keduanya mengaku sebagai aparat. Dan meminta penjaga kebun menyerahkan keduanya kepada mereka untuk diproses. Penjaga kebun itupun meninggalkan korban dan kekasihnya. Lalu keduanya dibawa agak menjauh dari lokasi semula. Saat itulah, pelaku meminta YD—kekasih korban untuk melepas semua pakaian yang dikenakan. Kemudian pakaian ini digunakan pelaku untuk mengikat YD lalu dipisahkan dengan korban. Pelaku lainnya mengancam korban menggunakan parang. Karena takut, Mawar hanya bisa pasrah. Pelaku itu kemudian membuka celana korban secara paksa, setelah itu memperkosa korban. Setelah usai, muncul pelaku lainnya yang sebelum membawa kekasih korban menjauh dari korban. Pelaku inipun bergantian memperkosa korban, sedangkan rekan pelaku juga bergantian menjaga kekasih korban yang berada di laut.

Selanjutnya korban dan kekasihnya dibawa kembali ke lokasi semula, lalu ditinggalkan. Dua hari berlalu, kasus pemerkosaan inipun diketahui ibu korban yang curiga melihat anaknya menangis dan trauma. Kepada ibunya, korban berterus terang. Tentu saja ibunya kaget dan langsung menyampaikan kepada ayah korban. Pagi itu juga, kasus tersebut dilaporkan ke Polres Sumbawa. (JEN/SR)

 

Lihat Juga

Operasi Patuh Gatarin Berakhir, Pelanggaran Menurun dan Kecelakaan Nihil

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6/8/2020) Operasi Patuh Gatarin 2020 di wilayah hukum Polres Sumbawa berakhir, Rabu, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *