Home / Kesehatan / Ini Jawaban RSUD Soal Rapid Test Gratis Mahasiswa dan Umum 400 Ribu

Ini Jawaban RSUD Soal Rapid Test Gratis Mahasiswa dan Umum 400 Ribu

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4/6/2020)

Penarikan biaya rapid test di RSUD Sumbawa sebesar Rp 590 ribu menjadi perhatian DPRD Sumbawa. Pasalnya biaya itu dinilai sangat memberatkan masyarakat terutama yang hendak melakukan perjalanan ke luar daerah. Terlebih lagi dalam waktu dekat banyak mahasiswa asal Sumbawa yang akan masuk kuliah di sejumlah perguruan tinggi terutama wilayah Kota Mataram. Karena itu DPRD Sumbawa sempat mengundang Direktur RSUD Sumbawa untuk menggelar hearing, Rabu (3/6/2020) kemarin. Dalam pertemuan itu DPRD Sumbawa menerbitkan rekomendasi. Isinya di antaranya, meminta agar rapid test untuk mahasiswa digratiskan. Sedangkan rapid test untuk masyarakat umum atas permintaan sendiri atau umum dapat diturunkan dari Rp 590 ribu menjadi Rp 400 ribu.

Direktur RSUD Sumbawa, dr Dede Hasan Basri yang ditemui samawarea.com, Kamis (4/6) menyambut positif rekomendasi DPRD tersebut. Untuk memberlakukan isi rekomendasi itu, pihaknya harus menunggu keputusan maupun bantuan anggaran dari Pemda Sumbawa. Selama ini, semua pasien di rumah sakit diwajibkan rapid test baik yang memiliki gejala covid maupun tidak. Hal ini dilakukan agar pasien yang dirawat inap di RSUD dalam kondisi steril atau clear and clean, menyusul banyaknya tenaga medis yang diisolasi dan sebagiannya positif covid akibat terpapar pasien positif covid. Sebenarnya, pasien rumah sakit yang mengantongi BPJS, biaya rapid testnya telah digratiskan. Meski BPJS tidak berkenan menanggung biaya rapid test. Itu menjadi resiko dan tanggungan rumah sakit. Berbeda dengan pasien yang berstatus umum, rapid testnya ditanggung pasien bersangkutan. Demikian dengan rapid test masyarakat umum atas permintaan sendiri untuk melakukan perjalanan ke luar daerah, juga biayanya ditanggung masyarakat itu sendiri. “Inilah yang diupayakan wakil rakyat kita di DPRD agar biaya rapid test diturunkan menjadi 400 ribu untuk masyarakat umum, dan mahasiswa yang kuliah di luar daerah khususnya ke Pulau Lombok digratiskan. Semoga secepatnya ada keputusan Pemda agar kami bisa merealisasikan rekomendasi DPRD,” imbuhnya.

Wajib Test Swab

Ditanya samawarea tentang mahasiswa asal Sumbawa yang kuliah di luar NTB yang diwajibkan test swab ? Direktur RSUD Sumbawa, dr Dede mengaku di DPRD kemarin hanya difokuskan soal rapid test karena RSUD tidak melakukan test swab Covid. Untuk test swab Covid selama ini dilakukan di Laboratorium Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark. Mengenai biaya test swab menurut informasi yang diperolehnya berkisar Rp 1—1,5 juta per orang untuk sekali swab. “Kalau mahasiswa yang kuliah di Lombok tak masalah, karena hanya diwajibkan rapid test dan sedang diupayakan DPRD untuk digratiskan. Tapi mahasiswa yang kuliah di luar NTB seperti Pulau Jawa selain rapid test juga harus di-swab,” jelasnya.

RSUD Sumbawa ungkap dr. Dede, bisa melakukan test swab. Sebab ada alat milik Dikes Sumbawa yang selama ini digunakan RSUD untuk melakukan test swab pasien TB. Ini bisa dimodifikasi agar bisa dimanfaatkan untuk test swab Covid asalkan perangkat lunak alat itu seperti cartridge dan software-nya dirubah. Paling penting juga, ada persetujuan dari Dikes. “Kalau disetujui, kita rubah dan kita gunakan untuk tes swab Covid,” demikian dr. Dede. (JEN/SR)

Lihat Juga

Bupati Sumbawa Mengucapkan HUT Bhayangkara ke-74

SUMBAWA BESAR, samawarea.com, 1 Juli 2020  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *