Home / HukumKriminal / Bupati Resmi Berhentikan Oknum PNS Pencabul Belasan Murid SD

Bupati Resmi Berhentikan Oknum PNS Pencabul Belasan Murid SD

Diberhentikan Sementara Sambil Menunggu Putusan Pengadilan

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3/6/2020)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril, B.Sc, resmi memberhentikan sementara TF (28) sebagai PNS di lingkup Pemda Kabupaten Sumbawa. Pemberhentian itu berdasarkan SK Bupati Sumbawa No. 809 Tahun 2020, tanggal 26 Mei 2020. Pemberhentian sementara ini dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Diklat dan Pembinaan Disiplin Aparatur, Ahmad Mulyani SH, Selasa (2/6).

Sanksi tegas yang diberikan tersebut, ungkapnya, karena oknum PNS yang bertugas di Puskesmas Labangka sebagai tenaga kesehatan itu, tersangkut kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. “Pertimbangan utama ia diberhentikan sementara karena tersandung kasus itu (pelecehan seksual anak di bawah umur),” terang Ahmad Mulyani.

Setelah diberhentikan sementara kata Mul–sapaan akrabnya, TF akan diberhentikan secara total sebagai PNS. Namun, keputusan ini harus menunggu keputusan inkrach dari Pengadilan. “Azas praduga tak bersalah harus tetap di kedepankan. Nanti kalau sudha ada keputusan hukum yang tetap, baru diberhentikan sebagai PNS,” ujarnya.

Mul berharap tidak ada lagi PNS yang terpaksa harus diberhentikan karena tersangkut masalah hukum. Karena itu, ia mengingatkan seluruh ASN di lingkup Pemda Sumbawa tetap menjaga ahlak dan moral serta menghindari tindakan yang berisiko hukum.

Seperti diketahui, saat rekannya diambil sumpah/janji menjadi PNS di lingkup Pemkab Sumbawa, Jumat (29/05) lalu, TF justru mendekam di balik jeruji besi. Ia batal dilantik Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc bersama 238 PNS lainnya, karena sedang menjalani proses hukum di Polres Sumbawa. TF ditangkap polisi belum lama ini setelah dilaporkan mencabuli belasan murid sekolah dasar di wilayah kecamatan bagian Selatan Sumbawa. Statusnya pun kini telah ditingkatkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Sumbawa. Penetapan status ini setelah polisi mengantongi bukti permulaan yang cukup. Atas statusnya ini, TF resmi ditahan untuk kepentingan penyidikan. TF dijerat pasal 81 ayat 1, 2, 3, dan 4 jo pasal 76d UU 17 Tahun 2013 tentang Pelindungan Anak. Ancamannya minimal 10 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Tersangka pertamakali melakukan aksi bejatnya ini pada tahun 2018 saat masih mengabdi sebagai guru di salah satu sekolah dasar. Dan perbuatan itu kembali terulang Februari 2020 saat tersangka sudah berstatus sebagai ASN di salah satu Puskesmas. Namun sebelum resmi diambil sumpah/janji sebagai PNS, kasus asusila ini terungkap dan tersangka ditangkap polisi. (SR)

 

Lihat Juga

Seminggu Hilang di Hutan Matemega, Pria ini Ditemukan di Batu Besar

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2/7/2020) Seorang warga Dusun Panua Desa Juranalas bernama Usman sempat menghilang selama ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *