Home / Kesehatan / 10 Dokter Spesialis RSUD Sumbawa Dikarantina, Ini Penyebabnya

10 Dokter Spesialis RSUD Sumbawa Dikarantina, Ini Penyebabnya

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4/6/2020)

Sebanyak 10 dokter spesialis di RSUD Sumbawa diistirahatkan agar menjalani karantina mandiri. Sejumlah dokter spesialis ini telah di-swab dan saat ini menunggu hasilnya. Dikarantinanya para dokter spesialis ini akibat kontak dengan dua dokter spesialis bedah setempat yang dinyatakan positif covid. Hal ini dibenarkan Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri yang dicegat samawarea.com usai menggelar rapat di ruang Sekda Sumbawa, Kamis (4/6/2020) sore tadi.

Disebutkannya, 10 dokter spesialis yang dikarantina ini adalah Dokter Spesialis Jiwa, Spesialis Paru, Spesialis Obgyn (kandungan), Spesialis Anastesi dan Dokter Spesialis Orthopedi (bedah tulang). Sedangkan yang tidak dikarantina adalah Dokter Spesialis Mata, Anak, THT, Syaraf, Gizi, dan Patologi Klinis. “Dokter spesialis yang dikarantina ini adalah mereka yang kontak dengan 2 spesialis bedah yang positif, karena di RSUD ini para dokter spesialis saling bersinergi satu sama lain dalam memberikan pelayanan medis,” jelas dr Dede.

Karena itu 10 dokter spesialis ditambah 2 spesialis bedah yang positif, tidak diperkenankan untuk memberikan pelayanan secara langsung. Namun demikian mereka bisa melayani konsultasi melalui telepon, WA dan video call. Selain itu pelayanan di poliklinik RSUD tetap berjalan. Bahkan pasien di bedah bisa diopname hanya untuk perbaikan keadaan umum (KU). Tapi untuk tindakan operasi, samasekali dihentikan. Tidak hanya para dokter spesialis yang dikarantina, ungkap dr Dede, juga seratusan perawat dan bidan di beberapa ruangan, selain kontak dengan dokter dua dokter spesialis bedah yang positif, juga dua orang perawat yang juga positif yaitu perawat di bedah dan IGD. Sebelumnya ada 75 orang perawat dikarantina, lalu bertambah 45 orang, dan terakhir 26 orang. Semuanya perawat dan bidan ini masih menjalani karantina mandiri karena sejauh ini hasil swabnya belum diterbitkan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark. “Kami masih menunggu hasil. Dan untuk sementara perawat yang diisolasi akan diganti oleh perawat lainnya agar keberlangsungan pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.

Bagaimana dengan pasien yang kontak dengan para perawat dan dokter spesialis positif Covid ? menurut dr Dede, data dan alamat pasien itu sudah dilaporkan ke Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid Kabupaten Sumbawa. Para pasien yang sudah sembuh dan telah dipulangkan itu akan ditelusuri untuk dirapid test atau tes swab. “Sudah kita laporkan karena menjadi bagian tugas Gugus untuk menelusurinya,” demikian dr. Dede. (JEN/SR)

Lihat Juga

Johan Minta Pemerintah Segera Buat UPT Kerbau di Sumbawa

JAKARTA, samawarea.com (29/62020) Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan ST meminta pemerintah untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *