Home / HukumKriminal / Kapolda NTB Desak Perkuat Pemahaman Terkait Penormalan Baru

Kapolda NTB Desak Perkuat Pemahaman Terkait Penormalan Baru

MATARAM, samawarea.com (3/6/2020)

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengutarakan pentingnya untuk mendorong penguatan pemahaman menyangkut kenormalan baru agar tidak disalahpahami oleh masyarakat. Terkait keputusan kapan akan memberlakukan kenormalan baru di NTB, Kapolda menegaskan pihaknya mempercayakan hal ini kepada keputusan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Pihak kepolisian dalam hal ini siap mendukung keputusan yang terbaik untuk warga NTB. Pernyataan senada disampaikan Kajati NTB, Nanang Sigit Yulianto, SH, MH menegaskan dukungannya terhadap kebijakan yang akan diambil pemerintah daerah di NTB dalam penanganan Covid-19 ini. Menurutnya, berbagai kebijakan, seperti pengetatan protokol pencegahan Covid-19 di pasar-pasar, tempat keramaian dan lain sebagainya memang penting untuk dievaluasi. “Hasilnya seminggu ini bagaimana?” sebutnya.

Selaku pimpinan lembaga Adhyaksa di NTB, ia menegaskan instruksi pimpinannya adalah senantiasa melakukan pendampingan terhadap pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19 di NTB. “Harus mendampingi pemerintah daerah dalam hal penggunaan anggarannya dan penyalurannya,” sebut Kajati.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, sejumlah daerah di NTB memiliki riwayat penanganan Covid-19 yang baik sehingga cukup siap untuk menyongsong penerapan kenormalan baru alias new normal. Menurut Wagub, daerah di NTB yang siap untuk new normal adalah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu. Pasalnya, untuk menerapkan kenormalan baru, sebuah daerah harus memiliki indikator tingkat reproduksi dasar R0 (r-naught) di bawah 1. Dan tiga daerah itu sudah memenuhi indicator tersebut. (SR)

Lihat Juga

Disetubuhi Adik Kandung, Kakak Hamil 4 Bulan

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3/7/2020) Sungguh miris dialami SS—seorang gadis berumur 25 tahun. SS yang menderita ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *