Home / Ekonomi / Minimalisir Keluhan Pelanggan, Dirut PDAM Ungkap Kondisi dan Strategi

Minimalisir Keluhan Pelanggan, Dirut PDAM Ungkap Kondisi dan Strategi

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30/5/2020)

Belakangan ini Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perundam/PDAM) Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa, panen cacian. Hal tersebut menyusul pelayanan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Ekspektasi masyarakat agar persoalan klasik di perusahaan plat merah milik daerah ini dapat diatasi manajemen baru di bawah kepemimpinan Juniardi Akhir Putra, ST., S.ST., M.Kom, masih belum terpenuhi. Sebab di sana sini, air macet selalu menjadi aduan pelanggan setiap harinya terutama jalur dalam Kota Sumbawa dan sekitarnya.

Didampingi Ketua PWI Sumbawa, Jamhur Husain B.Sc, Juniardi—sapaan Dirut Perumdam Batu Lanteh, mengakui terjadinya krisis air di jalur kota dan sekitarnya. Seiring dengan perkembangan dan meluasnya layanan, beban Semongkat sebagai sumber mata air Perumdam untuk wilayah perkotaan, sangat besar. Ditambah lagi dengan kondisi instalasi perpipaan yang sudah berumur cukup lama sehingga dimungkinkan rawan terjadi kebocoran dan penyumbatan. Khusus dalam kota, pipanya berada di dalam tanah termasuk di bawah jalan aspal, sehingga perlu dipastikan kondisinya apakah sudah korosi, banyak pasir di lubang pipa sehingga tersumbat ataupun hal lainnya. Belum lagi terjadi kerusakan akibat pengerjaan proyek. “Saya ambil contoh di Jalan Garuda ketika sedang ada proyek pelebaran jalan. Kami tidak serta merta membuat jalur baru, kami menunggu alat berat selesai bekerja baru bisa pipanya dipindahkan. Namun tanpa diduga pipa bocor, akibat tergali excavator. Otomatis pipa induk kita tutup untuk memperbaiki kebocoran ini. Dalam proses perbaikan hingga air kembali mengalir, membutuhkan waktu. Dan selama itu pula otomatis distribusi air kepada pelanggan terganggu,” beber Juniardi.

Demikian dengan reservoir milik PDAM yang ada di kantor pusatnya Jalan By Pass, selain sudah lama juga jumlahnya terbatas. Pihaknya memiliki tiga reservoir dengan distribusi airnya terbagi melalui tiga jalur yaitu kota, by pass, dan wilayah Moyo (Moyo Hilir dan Moyo Utara). Dengan kepasitas yang terbatas ini, sejam airnya dilepas, langsung habis. Kondisi ini yang menyebabkan airnya kerap tidak ada.

Baca Juga: Dua Bulan Menjabat Tiga Sumber Air Didapat

Sembari melakukan perbaikan secara sporadis, ungkap Juniardi, pihaknya juga sudah mengkomunikasikan persoalan ini dengan Dinas PRKP (Perumahahan Rakyat Kawasan Permukiman) dan DPRD Kabupaten Sumbawa, terkait rencana revitalisasi instalasi. Ternyata mendapat respon positif dan direncanakan akan dilaksanakan tahun depan. Sebab untuk merubah jaringan perpipaan ini tidak bisa dilakukan secara serta merta, dibutuhkan perencanaan yang serius karena terkait banyak hal termasuk infrastruktur dalam kota. “Bagaimana kita atur pipanya jika berada di bawah jalan beraspal, bagaimana cara memindahkan pipanya, dan jika pipa itu kita angkat nanti dampaknya berapa lama, ini semua memerlukan perencanaan yang matang,” jelasnya.

Untuk mendorong pelayanan yang cepat dan tepat, serta meminimalisir keluhan masyarakat, lanjut Juniardi, pihaknya menerapkan sistem informasi terbuka berbasis online yang bisa diakses melalui perangkat gadget. Mulai dari sistem pelayanan, kepegawaian, pengelolaan barang, sampai dengan sistem produksi. Ini juga didukung dengan adanya rencana pelaksanaan dua proyek besar oleh Dinas PRKP pada Tahun 2020 yang akan disinergikan dengan Perundam Batu Lanteh. Yaitu pemetaan ulang semua jaringan perpipaan di Kabupaten Sumbawa sehingga diperoleh gambaran utuh tentang instalasi pipa induk PDAM baik transmisi maupun distribusinya. Kemudian pembuatan Rencana Induk Strategis yang baru pada tahun 2020 ini, agar data-data lebih up-to-date sebagai dasar pihaknya untuk merancang atau merencanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperbaiki layanan air khususnya di Kabupaten Sumbawa. “Dari hasil pemetaan itu saya akan mengusulkan sistem teknologi informasi yang dinamakan CIS (Customer Information System). Dengan sistem ini kita bisa melihat pemetaan maupun jalur pipa secara digital. Bahkan mimpi saya, dengan CIS ini kita bisa melihat sampai dengan debit air dari masing-masing pipa itu. Ketika ada kerusakan atau gangguan pada pipa dan distribusi air, bisa terdeteksi dan cepat tertangani,” ujarnya.

Karenanya dibutuhkan dukungan semua pihak termasuk para jurnalis sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak berwenang sebagai upaya membantu Perumdam Batulanteh ini dalam pelayanan air di Kabupaten Sumbawa. “Kami sadar terjadi kekurangan air seiring dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Mohon kami dimaklumi dan dibantu. Kami juga sangat memahami hak masyarakat selaku pelanggan yang menginginkan pelayanan terbaik, karena ikhtiar kami untuk mewujudkan semua itu,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Gubernur Minta Bappeda NTB Buat Visualisasi NTB Lima Tahun Mendatang

MATARAM, samawarea.com (29/6/2020) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *