Home / Ekonomi / Nasib Pedagang dan Pengusaha di Taman Kodim Saat Corona Menyerang

Nasib Pedagang dan Pengusaha di Taman Kodim Saat Corona Menyerang

Oleh: Rohimin–Mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Samawa (UNSA)

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 Mei 2020)

Taman kota merupakan tempat yang menyenangkan untuk sekedar bermain atau bersantai menghabiskan waktu bersama keluarga. Selain sebagai paru-parunya kota, taman juga memiliki nilai estetika yang berfungsi untuk mempercantik layout kota itu sendiri. Dan di antara fungsi tersebut taman kota juga merupakan tempat untuk sebagian orang mengais rejeki. Adalah Taman Bugis atau Taman Kodim, taman yang terletak di Jln. Yos Sudarso No. 16 ini adalah salah satu taman yang terletak di Kabupaten Sumbawa. Ada begitu banyak pedagang yang bisa kita jumpai di sana yang bisa menyediakan barang dagangannya, baik berupa barang maupun jasa, ada yang menjajakan makanan, minuman, maupun mainan anak-anak dengan bentuk dan warnanya yang beraneka ragam. Pendapatan para pedagang pun bervariasi tergatung dari apa yang dijual atau ditawarkannya. Seperti diungkapkan oleh Saudara Herman salah seorang penjual Sosis bakar, bahwa pendapatannya sangat lumayan dikala belum ada virus corona.

Kini pendapatannya berkurang signifikan semenjak virus corona melanda. Hanya saja semenjak mewabahnya virus corona yang melanda Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten dengan slogan “Sabalong Samalewa” ini, membuat banyak pedagang tersebut mengeluhkan tentang income atau pemasukan mereka. Sebelum virus dengan nama lain Covid-19 ini menyerang, pendapatan para pedagang atau pengusaha di sini cukup lumayan. Seperti yang diutarakan oleh Bapak Mulyadi (50 tahun) yang merupakan seorang pengusaha odong-odong bahwa pendapatannya dulu sebelum ada virus corona bisa mencapai Rp. 150.000 s/d 200.000 per malam. Namun semenjak virus ini menjadi pandemic globlal pendapatan beliau turun drastis yaitu maksimal hanya berkisar 100.000 per malam dan itupun belum dipotong oleh kebutuhan lain. Hal ini diakibatkan oleh minimnya atau berkurangnya jumlah orang yang berkunjung ke taman tersebut, dikarenakan sebagian orang mungkin sedang menerapkan social distancing atau physical distancing seperti yang diinstruksikan oleh pemerintah. Sehingga hal itu juga otomatis berimbas terhadap usaha yang digelutinya. Saat ditanya apa yang menjadi harapan dari para pedagang saat ini adalah jawabannya seperti apa yang diharapkan oleh semua orang atau masyarakat, yaitu pandemi ini segera berakhir sehingga roda perekonomian bisa kembali normal seperti sediakala. (R)

Lihat Juga

“Membeli Rumah Tanpa Membayar” Hanya di Maras Alam Permai

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10/7/2020) Sebanyak 70 unit rumah mulai dibangun di kawasan Olat Maras Kecamatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *