Home / Ekonomi / Cegah Corona, Pantai Paling Favorit di Labangka Ditutup

Cegah Corona, Pantai Paling Favorit di Labangka Ditutup

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26/5/2020)

Wisata Alam Pantai Jemplung Desa Jaya Makmur Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa NTB, selalu menjadi favorit untuk dikunjungi masyarakat. Terutama pada momen Lebaran Idul Fitri dan hari-hari besar lainnya. Biasanya masyarakat dari segala penjuru memadati pantai yang indah tersebut. Bahkan jalan masuk menuju Pantai Jemplung macet dan mengular. Namun pada Lebaran 1441 H, pantai tersebut sepi. Ini bukan masyarakat tak berhasrat lagi, tapi destinasi wisata setempat ditutup menyusul merebaknya virus Corona. Penutupan sementara destinasi itu oleh Pemerintah Desa Jaya Makmur Kecamatan Labangka, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ini dilakukan untuk memutuskan mata rantai penyebaran dan penularan virus corona (Covid-19).

Pantauan Wartawan samawarea.com Biro Sumbawa Timur, destinasi wisata laut dan kawasan Pantai Selatan wilayah Labangka ini telah ditutup sejak 29 Maret lalu. Penutupan itu dilakukan dengan cara memasang pagar di pintu masuk obyek wisata. Banyak warga yang terlanjur datang karena tidak mengetahuinya, merasa kecewa dan harus berbalik pulang. Hingga H+2 Lebaran, sudah tidak terlihat lagi adanya pengunjung seperti tahun sebelumnya.

Syamsuddin—nelayan setempat, mengaku sebelum ada Corona pengunjung yang berwisata cukup ramai. Ini berdampak terhadap pendapatan mereka, karena ikan hasil tangkapan laku terjual baik dalam bentuk mentah maupun sudah dibakar. Sejak Corona dan adanya penutupan, pendapatan mereka nyaris tidak ada. Karena itu ia berharap corona cepat berlalu sehingga geliat ekonomi di obyek wisata ini kembali bergeliat.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Desa Jaya Makmur (Labangka 5) Kecamatan Labangka Kabupaten  Sumbawa, Jumadil menegaskan, penutupan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid. Penutupan mendapat dukungan masyarakat, pemerintah kecamatan, kepolisian dan TNI. Memang diakui, penutupan tempat wisata ini berdampak terhadap perekonomian. Para pekerja tempat wisata, pedagang dan penyewa kapal motor serta para nelayan, tak berpenghasilan lagi. “Ini demi kebaikan bersama, karena sudah ada 3 warga Labangka yang positif Covid,” pungkasnya. (BUR/SR)

Lihat Juga

Gubernur NTB Resmikan Institut Studi Islam Sunan Doe

LOMBOK TIMUR, samawarea.com (2/7/2020) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc, bersama Bupati Lombok Timur, H. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *