Cicilan Bank Pegawai di KSB Ditangguhkan Selama 3 Bulan

oleh

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (13/5/2020)

Pegawai di lingkup Pemkab Sumbawa Barat bisa bernapas lega. Di tengah wabah Corona ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memberikan solusi keringanan bagi mereka yang memiliki tanggungan utang di bank. Solusi tersebut adalah menangguhkan cicilan perbankan bagi pegawai selama 3 bulan.

Hanura

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST saat acara penyaluran bantuan Bariri Lansia dan Disabilitas di halaman Kantor BNI, Senin (11/5) kemarin, mengatakan pegawai yang menerima langsung honor dari anggaran negara tidak diperbolehkan mendapatkan semua bantuan terkait dampak Covid. Namun demikian pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kesulitan pegawai. Pemda Sumbawa Barat telah membuat kebijakan baru bagi para pegawai yaitu menangguhkan cicilan di bank selama 3 bulan, Mei, Juni dan Juli 2020. “Kami sudah bersurat ke pelaku perbankan yang ada di KSB, dan semua harus mentaatinya karena ini darurat. Dan semua Perbankan yang melakukan investasi di KSB menerima dengan baik keputusan Pemerintah KSB,” kata Bang Fud—akrab Wabup disapa.

Baca Juga  Perang Bintang, Gadis Villa Juara Umum

Pemda KSB mengambil kebijakan itu ungkap Bang Fud, karena hampir seluruh pegawai pasti ada hutangnya di bank, bahkan ada yang gajinya habis untuk membayar cicilan. Karena kondisi Covid, mereka tidak bisa mendapat bantuan. “Jadi kita ringankan untuk melewati masa-masa pandemi ini agar mereka menerima gajinya secara utuh selama tiga bulan ini. Semua jenis cicilan ditunda dulu,” tandasnya.

Meski kebijakan selama tiga bulan mulai dari Mei, tapi jika ada yang sudah terlanjur dipotong oleh perbankan atau sudah membayar dajn tidak bisa ditarik kembali, Bang Fud berharap kerelaan pegawai bersangkutan. “Yang penting semangatnya jangan saling menyusahkan, kalau perbankan sudah menarik pasti akan susah mengembalikan, begitu juga dengan perbankan kalau kita sudah surati untuk menarik dulu tolong jangan ditarik dulu supaya pegawai tidak susah,” ujarnya.

Baca Juga  Sudah 10 Hari Macet, Warga Unter Gedong Kesulitan Air PDAM

Bang Fud mengingatkan bahwa itu hanya penangguhan, yang berarti pembayaran cicilan diundur waktunya. Ia berharap pegawai tidak salah paham jika pihak bank memperpanjang masa pembayaran cicilan di bank. “Semoga langkah ini membuat semua pihak tidak ada yang dirugikan karena kami pemimpin hanya inginkan masyarakatnya bahagia tanpa mengorbankan pihak lain. Semoga semua kita bahagia dengan segala bentuk bantuan dan kebijakan yang diberikan pemerintah. Jadikan pandemi ini sebagai cerminan untuk terus memperbaiki diri, yakinlah bahwa Allah itu sayang kita semua,” demikian Bang Fud. (HEN/SR)

Dikes PTSJR Nasdem Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *