Hasil Test Cepat, 15 Santri Kluster Magetan di Sumbawa Reaktif !

oleh

Langsung Dievakuasi ke Pusat Karantina Terpadu

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25/4/2020)

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa melakukan rapid test (test cepat) terhadap 40 santri asal Sumbawa dari Kluster Magetan. Dari hasil test cepat ini, 15 orang di antaranya reaktif. Saat itu juga 15 orang tersebut, dievakuasi ke Hotel Suci sebagai Pusat Karantina Terpadu. Belasan santri reaktif ini tersebar di Kecamatan Badas, Kecamatan Sumbawa, Buer, Alas, Lape, Lopok dan Kecamatan Lunyuk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa selaku Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid19, Drs. H. Didi Darsani A.Pt mengakui hal itu. 40 orang santri Kluster Magetan ini merupakan hasil penelusuran tim selama beberapa hari. Mereka langsung dilakukan rapid test dan hasilnya ada 15 orang reaktif. Untuk 25 orang lainnya yang hasil negatif, masih akan dilakukan tes cepat untuk kedua kalinya guna mendapatkan hasil yang pasti. Sebab dengan dua kali tes biasanya baru muncul antibody yang menandakan ada virus. Terhadap mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama beberapa hari ke depan. Sejauh ini 15 santri Kluster Magetan yang reaktif, dalam kondisi baik. Rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan diambil sampel swabnya untuk diuji lab di Sumbawa Techno Park (STP) yang belum ini telah mengantongi izin. Ketika hasilnya positif, maka orang tua dan keluar dari santri ini akan langsung dilakukan pemeriksaan swab tanpa harus melalui rapid test.

Baca Juga  PWI NTB Protes Hasil Seleksi TOT Calon Penguji, PWI Pusat Dinilai Sewenang-wenang

Baca Juga: Tim Dikes Sumbawa Kini Telusuri Puluhan Santri Kluster Magetan

Kini diakui Haji Didi—akrab pejabat ramah ini, pihaknya masih menelusuri keberadaan santri Kluster Magetan lainnya. Pasalnya dari keterangan yang diperoleh, ada sekitar 70 orang santri asal Sumbawa yang menimba ilmu di Magetan. “Apakah mereka pulang semuanya ke Sumbawa, inilah yang sedang kami telusuri. Seperti awalnya kami dapat informasi ada 20 orang santri Kluster Magetan yang pulang ke Sumbawa. Tapi setelah kami telusuri, justru dapat 40 orang,” pungkasnya. (JEN/SR)

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *