Home / Pemerintahan / 100 Hari Kerja Menuju Berare Gemilang

100 Hari Kerja Menuju Berare Gemilang

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17/4/2020)

Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir, bakal menjadi desa yang maju dan mampu bersaing dengan desa-desa lainnya. Optimisme ini muncul dari warganya setelah berhasil mengantarkan H. Ahmad menjabat sebagai Kepala Desa terpilih dan telah dilantik Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc secara serentak serentak, Rabu, 15—16 April 2020. Figur yang telah lama mengabdikan dirinya untuk kemajuan Desa Berare bahkan Kecamatan Moyo Hilir secara umum, dikenal enerjik, visioner maupun memiliki jaringan yang kuat tidak hanya di kabupaten, tapi juga provinsi dan nasional. Tidak heran jika setelah dilantik dan masuk kantor di hari pertama, Kamis, 16 April 2020, Haji Ahmad—akrab disapa kades yang juga pakar kuda pacuan ini, langsung melaunching program-program kerjanya, termasuk beberapa di antaranya yang diprioritaskan untuk 100 hari kerjanya. “Alhamdulillaah ini amanah dari Allah untuk masyarakat Berare. Semoga dalam mengemban tugas selama 6 tahun ke depan, selalu dirahmati Allah SWT, dan senantiasa diberi kesehatan, kekuatan demi kesejahteraan masyarakat Desa Berare,” ucapnya mengawali wawancara khusus dengan samawarea.com, media online “Lokal yang Mengglobal”.

Hari Pertama Melaksanakan Tugas Pemerintahan sebagai Kades Berare Kecamatan Moyo Hilir

Ada beberapa program kerja kades yang sangat dekat dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc ini. Program dengan jargon “Berare Gemilang” itu ungkap Haji Ahmad, dibagi dalam sejumlah bidang. Adalah Bidang pemberdayaan. Di bidang ini, Ia melibatkan semua unsur masyarakat sesuai bidang dan keahliannya. Sebab Ia meyakini ketika pekerjaan itu diberikan kepada yang bukan ahlinya maka tinggal menunggu kehancuran. Salah satu yang dilakukannya yaitu pro disabilitas. Ia berupaya untuk menciptakan pekerjaan bagi disabilitas sesuai kemampuan dan keahliannya. Melakukan pendekatan dan pembinaan terhadap anak-anak muda putus sekolah dan memberi ruang, berorganisasi di lembaga Karang Taruna. Desa akan mendanai dan menyediakan sarana dan prasana di bidang olahraga dan kesenian, sesuai bakat dan minatnya. Masih di bidang pemberdayaan, memperhatikan dan melindungi masyarakat lanjut usia (lansia) yang tidak memiliki tanggungan termasuk fakir miskin.

Kemudian bidang pembangunan. Semua saluran di lingkungan masyarakat yang mampet menjadi penyebab air tergenang dan bersarangnya kuman dan nyamuk demam berdarah, akan diperbaiki. Yang belum ada saluran akan dibangun. Selain itu memperbaiki dan membangun tempat atau sarana ibadah.

Berikutnya, Bidang Kesehatan. Pihaknya menjadikan bidan dan perawat desa stand-by di desa agar pelayanan kesehatan cepat dan tepat. Mengaktifkan dan menggiatkan Posyandu. Karena melalui Posyandu ini akan meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. Poryandu ini juga sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera. “Sebab di Posyandu inilah tempat memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, KB, imunisasi, gizi, penanggulangan diare. Dengan didukung masyarakat yang sehat dan kuat, saya yakin desa menjadi maju dan cepat berkembang,” cetusnya.

Bidang Pertanian, Haji Ahmad akan mengusulkan dan mengupayakan pembangunan jalan usaha tani, saluran irigasi, dan bantuan alat-alat pertanian, obat-obatan, maupun pembibitan untuk menunjang kebutuhan petani. Bidang Peternakan, mengembangkan peternak ayam petelur, pedaging, dan ayam potong. “Kami akan memberikan modal usaha untuk pemeliharaan, pakan dan lainnya agar bisa berkembang. Ini akan menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru. Ketika ekonomi masyarakat bertumbuh, menjadi gambaran bahwa masyarakat itu sejahtera. Ini yang akan kami upayakan dengan segala daya dan upaya,” tegasnya.

Terakhir, Bidang Kebersihan. Ia akan mendukung program kebersihan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, maupun Pemerintah Provinsi, salah satunya Zero Waste (bebas sampah). Kongkritnya akan menyiapkan bak sampah, kendaraan sampah dan bank sampah. Sampah akan dikelola agar bernilai ekonomis. “Kami akan rubah sampah menjadi berkah. Selain lingkungan bersih dan asri, masyarakatnya diuntungkan secara ekonomi, karena sampah disulap menjadi barang yang bernilai,” tandasnya.

Dari sejumlah bidang ini, Ia menargetkan 40% dapat direalisasikan dalam 100 hari kerjanya. Tentunya ini akan terwujud dengan dukungan seluruh elemen masyarakat khususnya di Desa Berare maupun Moyo Hilir, Sumbawa dan Provinsi NTB pada umumnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

PPDB Ditutup 1 Juli Tapi Belum Penuhi Kuota, Ini Kebijakan Dikbud Sumbawa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/7/2020) Pendaftaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP Tahun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *