Terbanyak Positif Covid di NTB, Keberadaan Jamaah Tablig di Sumbawa Kembali Ditelusuri  

oleh -3 views

BERITA KHUSUS GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13/4/2020)

DPRD

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, mengintensifkan penelusuran dan pemeriksaan para jamaah tablig yang pulang dari Gowa Sulawesi Selatan. Sebab tercatat sekitar 26 orang jamaah tablig tersebut berasal dari Kabupaten Sumbawa. Pemeriksaan intensif ini dilakukan menyusul hasil identifikasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB. Dalam identifikasinya, tercatat 7 klaster sumber penyebaran Covid-19. Yaitu Klaster Gowa, Klaster Bogor, Klaster Jakarta, Klaster Sukabumi, Klaster Bali, Klaster Luar Negeri/ kapal pesiar dan Klaster Transmisi Lokal. Dari seluruh klaster tersebut, Klaster Gowa mencatat kasus positif paling banyak yakni sebanyak 10 kasus positif Covid-19. Jumlah ini berpotensi bertambah, karena dari 750 orang warga NTB yang pulang dari kegiatan di Gowa Sulawesi Selatan, sebanyak 369 orang telah dilakukan pemeriksaan melalui rapid test, dengan hasil 16,5% menunjukkan reaktif sedangkan 83,5% non reaktif. Selanjutnya untuk mendapatkan hasil yang valid akan diuji sampel swab pada laboratorium Biomedik RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium pada Rumah Sakit Unram.

Baca juga:  Diidentifikasi 7 Sumber Penyebaran Covid di NTB Jamaah Tablig Terbanyak

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani A.Pt yang dihubungi Senin (13/4) malam ini, mengatakan, ada 8 orang jamaah tablig Klaster Gowa di Kota Sumbawa dan sekitarnya yang sudah dilakukan pemeriksaan menggunakan rapid-test. Tersisa satu orang lagi yang akan menyusul Selasa (14/4) besok. Selain menyelesaikan satu orang jamaah tersebut, timnya besok pagi akan meluncur ke empat kecamatan di bagian timur dan selatan Sumbawa. Yaitu Kecamatan Labangka, Kecamatan Lunyuk, Kecamatan Empang dan Kecamatan Tarano. Di sejumlah kecamatan ini pihaknya akan melakukan rapidtest terhadap sejumlah jamaah tablig klaster Gowa tersebut. Untuk hasil rapid-test terhadap 8 orang di Kota Sumbawa, Haji Didi—akrab Kepala Dikes Sumbawa ini disapa, enggan menyebutkannya. Sebab masih ada sekali lagi rapidtest yang akan dilakukan. “Untuk memastikan hasil rapid test, harus dilakukan sebanyak dua kali,” ujarnya.

Baca Juga  Jadikan Kota Mataram Sehat, Nyaman dan Aman

Hingga berita ini terpublis, samawarea.com belum berhasil mendapatkan konfirmasi terkait perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Sumbawa. Sebab konfirmasi dengan Jubir Gugus Tugas ini terhenti, setelah pejabat ini memutuskan komunikasi dengan alasan ada telpon yang masuk. (JEN/SR)

DPRD DPRD