Imam Masjid di KSB Dilatih dan Disertifikasi

oleh -3 views
Kabag Kesra KSB, Firmansyah S.Pd., MM

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (8/4/2020)

Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan melatih imam masjid. Pelatihan ini untuk memahami tata cara menjadi imam sesuai perintah Allah dan ajaran Rasulullah. Imam yang sesuai syarat akan disertifikasi.

Ditemui samawarea.com, Rabu (8/4), Kepala Bagian Kesra, Firmansyah SPd., MM mengakui banyak terdapat imam-imam di masjid yang bacaannya masih keliru. Karena itu pihaknya memprogramkan akan mengadakan pelatihan bagi imam masjid se-KSB tentang tatacara menjadi imam dan syarat-syarat menjadi imam. “Setelah kita melatih dan syarat-syaratnya terpenuhi maka kita akan mensertifikasi imam tersebut sebagai tanda sudah layak menjadi imam,” kata Firmansyah.

Dalam pelaksanaan nanti lanjut Firman, pihaknya melakukan koordinasi dengan pengurus masjid masing-masing wilayah meminta tiga nama untuk dilatih menjadi imam di setiap masjid. Tentunya mereka yang mempunyai waktu dalam sholat berjamaah, tidak merekomendasikan orang yang sulit mengatur waktunya untuk berjamaah. Ada kebiasaan yang kurang tepat terjadi di tengah masyarakat dalam berjamaah, karena tidak mendahului orang yang berilmu. Tapi lebih mendahului orang yang sudah tua dan berstatus haji, padahal bacaannya masih banyak yang harus diperbaiki. “Anjurannya kita harus mendahului orang yang berilmu walaupun dia masih muda, kecuali yang tua dan yang muda sama-sama berilmu maka harus diutamakan yang lebih tua. Semoga dengan adanya pelatihan nantinya imam-imam tersebut bisa lebih legowo terhadap orang yang berilmu, walaupun nantinya imam tersebut sudah disertifikasi ada jamaah yang kebetulan datang sholat adalah orang sholeh dan berilmu dianjurkan didahului,” terangnya.

Baca Juga  Persiapan Kejurda, Sumbawa Seleksi Atlet Pencak Silat

Firman juga berharap setiap imam tidak dimasukkan dalam struktur pengurus masjid melainkan hanya menjadi penasehat. Ini agar ke masjid yang dia pikirkan hanya menjadi imam dan lebih khusyu’ dalam sholatnya karena tidak ada beban lain selain menjadi imam. Mengenai insentif imam, Firman mengaku sudah berkoordinasi ke semua desa untuk dianggarkan. “Alhamdulillah masing-masing desa bersedia, insentif imam ini menurut kami perlu diberikan karena sering yang jadi imam meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi imam, apalagi yang menjadi petani masuk waktu ashar pas waktu enak-enaknya bekerja,” imbuhnya.

Untuk diketahui, syarat-syarat menjadi imam adalah Islam, berakal, baliq, laki laki, suci dari najis, bagus bacaannya, dan menyempurnakan rukun sholat, benar dan fasih bacaannya sesuai dengan mahroj. Kecuali dalam satu majelis tersebut semuanya tidak ada yang fasih maka dilihat siapa yang terbaik dari majelis tersebut. (HEN/SR)

iklan bapenda