Rendah, Minat Petani KSB Daftar Asuransi Jagung

oleh -5 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (7/4/2020)

Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyayangkan rendahnya minat petani untuk daftar asuransi jagung. Padahal asuransi ini sangat penting untuk mengatasi kerugian yang dialami petani jika gagal panen dan tanaman jagungnya rusak terserang hama. “Tanaman jagung kita di KSB banyak cobaannya pada musim tanam tahun ini, umur jagung masih kecil dan baru ditanam sudah diserang hama ulat tidak sedikit yang rusak,” kata Kepala Distanbunak KSB melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Syaifullah, S.Pt yang ditemui belum lama ini.

Selain terserang hama, ungkap Syaifullah, hujan juga tidak menentu membuat tumbuh jagung tidak maksimal. Melihat kondisi ini tentu sangat disayangkan minat petani KSB yang mendaftarkan diri untuk program asuransi jagung, sangat rendah. Padahal jauh hari dinasnya melalui pelaksana lapangan telah menginformasikan dan menyarankan untuk mendaftar asuransi guna mengantisipasi gagal panen agar petani tidak merugi. “Kondisi seperti ini sudah berlangsung dalam dua tahun terakhir ini. Tahun lalu juga banyak yang gagal panen karena tidak ada asuransi kita tidak bisa banyak membantu kecuali hanya penangguhan pembayaran ke bank, sehingga kami sarankan tahun depan harus daftar asuransi tapi nyatanya yang daftar sangat rendah sekali,” sesalnya.

Untuk mendaftar asuransi, ungkap Syaiful, petani hanya mengeluarkan uang Rp 200 ribu per hektar per musim tanam. Apabila petani sudah mendaftar lalu gagal panen, maka akan menerima uang sebesar Rp 10 juta perhektarnya. Memang diakuinya untuk asuransi jagung tidak disubsidi, hanya padi yang diasuransikan pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga  Syukuran Danrem 162/WB, Gubernur Ingatkan Soal Kawasan Mandalika

Saat ini Distanbunak KSB akan mengiventarisir setiap petani yang gagal panen dan lahannya masih  memungkinkan untuk ditanam untuk diberikan bantuan bibit jagung gratis. Sebab banyak lahan yang hanya bisa menanam satu kali setahun. Jika dipaksakan kemungkinan akan gagal karena intensitas hujan akan berkurang mulai Bulan Juni. Ketika jagung ditanam sekarang, diperkirakan baru akan keluar buah dan belum berisi, hujan berhenti seperti tahun sebelumnya.

Di bagian lain, Syaiful menjelaskan cara mendaftar asuransi. Setiap petani yang sudah menanam jagung dan berumur belum sebulan, dapat mendaftar ke PPL dengan sistem kelompok. Daftarnya bisa diwakili oleh ketua kelompok. Setiap lahan satu hektar petani membayar Rp 200 ribu yang akan di kirim ke Jasindo. Setelah nama kelompok, jumlah anggota dan luas lahan pertanian dikirim, sekitar seminggu akan diberikan tanda registrasi oleh Jasindo. “Saya berharap tahun ini semua petani harus mendaftar kami akan lakukan sosialisasi kembali ke desa-desa melalui PPL dan kepala desa,” pungkasnya. (HEN/SR)

iklan bapenda