Home / Pemerintahan / Kades Terpilih Dilantik Tak Serentak, Istri dan Anak Dilarang Hadir
Kasi Tata Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa, Anhuyas, S.STP., M.Si

Kades Terpilih Dilantik Tak Serentak, Istri dan Anak Dilarang Hadir

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PMD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/4/2020)

Meski Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) digelar serentak 4 Maret 2020 lalu, namun pelantikannya tidak dilakukan secara serentak. Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) akan menggelar pelantikan kepala desa terpilih secara bergelombang dalam dua hari. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pelantikan Kades terpilih ini akan dilaksanakan selama dua hari, 15—16 April mendatang. Mengingat pelantikan ini dilaksanakan di tengah Pandemic Corona, akan mengikuti protocol kesehatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa melalui Kasi Tata Pemerintahan Desa, Anhuyas, S.STP., M.Si, mengatakan, pelantikan nanti dibagi dalam empat gelombang, pagi dan sore. Yang hadir dalam pelantikan itu hanya Kades dan camat. Tidak diperkenankan istri, anak dan keluarga kades yang dilantik untuk hadir dan mendampingi. “Kita menggunakan protocol kesehatan. Tujuannya untuk menghindari keramaian dalam mencegah penyebaran virus Corona. Pastinya, kades yang dilantik harus membawa masker dan sarung tangan,” jelasnya.

Disebutkan, sebanyak 119 kades terpilih yang tersebar di 23 kecamatan yang melaksanakan Pilkades serentak di Kabupaten Sumbawa. Untuk pelantikan yang dilakukan Bupati Sumbawa pada 15 April nanti, ada 60 kades yang berasal dari Kecamatan Alas Barat, Alas, Buer, Utan, Rhee, Labuhan Badas, Unter Iwes, Moyo Hilir, Moyo Utara dan Moyo Hulu. Esoknya, 16 April dilantik sebanyak 59 kades dari Kecamatan Lopok, Lape, Maronge, Plampang, Empang, Tarano, Lantung, Ropang, Labangka, Lenangguar, Lunyuk, Batu Lanteh dan Orong Telu. Namun semua SK pengesahan pengangkatan sebagai kades terpilih terhitung tanggal 6 April 2020.

Terkait dengan adanya gugatan di beberapa desa, Uchas—sapaan pejabat ramah ini, menegaskan tidak akan mempengaruhi proses pelantikan kades terpilih. Semua tahapan tetap berjalan sesuai rel-nya masing-masing. Artinya, pelantikan maupun gugatan sama-sama berjalan. “Masalah ini sudah kita laporkan kepada Bapak Bupati dan Sekda. Ketika nanti pengadilan mengabulkan gugatan, itu urusan lain. Yang pasti proses gugatan tidak akan menghalangi proses pelantikan kades terpilih,” pungkasnya. (SR)

Lihat Juga

Gubernur Kembali Ajak ASN Tingkatkan Silaturrahim

MATARAM, samawarea.com (10/7/2020) Tidak berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kali ini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *