Home / Kesehatan / DPRD Sumbawa Bentuk Tim Cek Penanganan Covid-19 di Semua Zona

DPRD Sumbawa Bentuk Tim Cek Penanganan Covid-19 di Semua Zona

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7/4/2020)

DPRD Sumbawa memberikan perhatian serius terhadap meluasnya wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Berbagai upaya dilakukan wakil rakyat tersebut untuk mencegah penyebaran wabah mematikan ini. Selain mengalihkan anggaran kunjungan kerja (Kunker) dan kegiatan lainnya sebesar Rp 1 Milyar lebih untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, juga secara individu terlibat bersama masyarakat melakukan penyemprotan disinfektan, bagi-bagi masker dan langkah-langkah lainnya. Upaya ini tidak berhenti, Senin (6/4/2020) kemarin, DPRD Sumbawa menggelar Rapat Pimpinan. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD, Abdul Rafik SH didampingi pimpinan lainnya Syamsul Fikri S.Ag., M.Si, dan Nanang Nasiruddin S.AP serta dihadiri Pimpinan Komisi dan Fraksi ini menyepakati pembentukan tim yang akan turun melakukan pemantauan di lima zona pengamanan pintu keluar masuk orang dan barang di Kabupaten Sumbawa. “Pembentukan tim yang turun ke masing-masing zona ini sangat penting untuk memastikan aktifnya Posko pencegahan Covid yang dibangun, maupun kelengkapan APD (Alat Pelindung Diri) yang digunakan oleh Tim Gugus Tugas di lapangan,” kata Syamsul Fikri—Wakil Ketua II DPRD Sumbawa.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua III, Nanang Nassirudin S.AP bahwa turun ke beberapa zona ini untuk mengetahui kondisi lapangan baik kebutuhan petugas maupun kondisi masyarakat sebagai dampak dari wabah Corona ini. “Kami juga ingin melihat kondisi tenaga medis di puskesmas yang selama ini mengeluhkan kekurangan APD, sekaligus menyerap masukan dari masyarakat terhadap dampak dari wabah ini,” timpal Ismail Mustaram SH selaku Ketua Komisi IV DPRD.

Ditambahkan Ismail—akrab politisi PPP ini, bahwa secara inisiatif masyarakat dan pemerintah desa maupun kecamatan sudah membentuk tim yang bertugas di Posko Barat dan Timur guna melakukan pengecekan  kendaraan dan penumpang yang keluar dan masuk ke Sumbawa. Yang menjadi persoalan selain kekurangan APD, tim ini juga membutuhkan anggaran makan dan minum karena keberadaan mereka di posko dalam waktu 1×24 jam. Sebab selama ini masih dilakukan dan dibiayai secara swadaya. “Jadi ini semua harus dipastikan dengan melihat langsung ke lapangan, yang kemudian disikapi secara serius,” tandasnya.

Mustajabuddin S.Sos dari Fraksi PAN menyoroti dana yang sudah digelontorkan DPRD dengan mengalihkan dana kunker dan program lain untuk percepatan penanganan Covid-19. Ia mendesak agar Pemda melalui TAPD untuk segera merealisasikan dana itu karena sangat dibutuhkan dalam pengadaan APD. “Masalah Virus Corona bukan persoalan yang main-main karena berhadapan dengan sesuatu yang tidak terlihat. Pengawasan “Jaga Lawang” sangat tepat,” tukas Gahtan Hanu Cakita dari Fraksi Partai Golkar.

Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafik SH secara tegas mengatakan bahwa pertemuan saat ini adalah bentuk keseriusan sikap DPRD menghadapi persoalan Covid-19. “Kita akan turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan pada beberapa zona, yakni barat, timur, selatan, dan tengah. Kita harus mengetahui sejauhmana gugus dan tim tingkat kecamatan hingga desa menangani persoalan ini termasuk kendala yang dihadapi agar bisa disikapi secepatnya,” pungkasnya. (SR)

Lihat Juga

Belajar dari Rumah Diperpanjang Sampai 29 Juli  

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/7/2020) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa kembali memperpanjang masa Belajar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *