Dikes Sumbawa Sesalkan Puskesmas Posting Iklan Donasi APD

oleh -28 views

SUMBAWA BESAR, SR (5/4/2020)

Kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Sumbawa di tengah wabah Corona, cukup memprihatinkan. Karena kekurangan inilah membuat sejumlah puskesmas terpaksa membuat iklan donasi untuk meminta bantuan siapa saja dalam menangani kekurangan APD tersebut. Salah satunya Puskesmas Alas. Petugas medis setempat sangat membutuhkan Masker Bedah dan Masker N95, Face Shield dan Handscoon. Tiga APD ini dinilai sangat urgen saat ini. Selain itu juga dibutuhkan Hazmat Suits, Surgical Caps, Goggle, Boots dan Shoe Covers. Munculnya ‘teriakan’ melalui iklan donasi dari petugas medis di sejumlah puskesmas ini memberikan gambaran bahwa Pemda belum mampu untuk memenuhi kebutuhan APD. Padahal Pemda Sumbawa terlanjur menyampaikan bahwa anggaran untuk penanganan Covid-19 selalu tersedia. Artinya, berapapun kebutuhan untuk APD tetap bisa dipenuhi.

DPRD

Menanggapi hal itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani A.Pt yang juga Jubir Penanganan Covid-19 Sumbawa, Minggu (5/4), menyesalkan adanya iklan tersebut. Iklan donasi dibuat dan diposting dan dishare tanpa sepengetahuan Kepala UPT nya apalagi Dinas Kesehatan. Kemungkinan petugas di Bagian UGD Puskesmas tersebut ingin kreatif dan kemungkinan mencontoh iklan yang dibuat di rumah sakit atau puskesmas lainnya. Padahal semua yang dibutuhkan itu tersedia. Kecuali masker yang sudah menipis namun sudah dalam pemesanan, dan masalahnya ada pada perusahaan jasa ekspedisi. “Ekspedisinya overload, dan jalur-jalur yang dilalui diputus dan ditutup sehingga membuat keterlambatan pengiriman APD yang sudah dipesan sebelumnya,” kata Haji Didi—akrab pejabat ini disapa.

Baca Juga  Gubernur: Kalau Ada Silang Pendapat Buatkan Jembatan Pengertian

Kondisi yang dialami Puskesmas Alas juga hampir sama dialami puskesmas-puskesmas lainnya. Yang menipis adalah masker. Sedangkan sarung tangan masih cukup banyak tersedia di Gudang Dikes, dan baju serupa astronot (Hazmat) juga sudah dibagikan. “Sebagian besar yang dibutuhkan puskesmas itu bukan yang dipakai sehari-hari. Itu hanya dipakai kalau dalam penanganan kasus dan ada pasien dirujuk. Jadi APD lengkap hanya dipakai pada hal-hal tertentu saja. Jadi, sebelum posting, komunikasikan dulu dengan Kepala UPT dan kami di Dikes, biar tidak salah dan membuat tidak nyaman,” pungkasnya. (JEN/SR)

DPRD DPRD