Bulog Siap Serap Semua Hasil Panen Padi Petani Sesuai HPP, Asal….

oleh -1 views

SUMBAWA BARAT, SR (3/4/2020)

Harga Pokok Penjualan (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) naik dari harga Rp 3.750 per Kg menjadi 4.200 per Kg. Bulog pun siap membeli hasil panen Petani dengan harga HPP. Ditemui SAMAWAREA kemarin, Kepala Badan Urusan Logistik Cabang Sumbawa, Kurnia Rahmawati mengatakan sesuai dengan Permendag No. 24 tahun 2020, bahwa harga kering panen naik menjadi Rp 4.200 dari tahun lalu Rp 3.750 per Kg. Dengan dasar ini Bulog akan melakukan pembelian hasil panen petani. Meski harga sudah ditetapkan pemerintah Rp 4.200 per Kg, tetap disesuaikan juga dengan kadar air gabah tersebut. Batas kadar air dengan harga Rp 4.200 sampai 25%, sedangkan kadar air lebih dari 25% maka harganya juga akan turun sebagaimana disyaratkan dalam Permendag tersebut. Dalam permendag juga menyebut syaratnya butir hampa hanya maksimal 10%. Apabila butir hampanya lebih dari 10% hal ini juga bisa mempengaruhi harga.

Dalam tren pembelian gabah di wilayah KSB, Ia mendapat informasi di bawah Rp 4.200 per kg. Inilah yang mendorong Bulog turun ke lapangan di tiga tempat berbeda. Ternyata setelah dicek kadar air padi petani tersebut di atas 25% atau rata-rata 30 persen. Menurutnya, itu harga yang wajar dengan kualitas padi. “Setelah kita gali informasi lebih dalam kenapa bisa kadar airnya tinggi padahal intensitas hujan kurang, ternyata petani memanen padinya terlalu cepat kurang dari 90 hari ini yang mengakibatkan kadar air padi tinggi. Setiap padi yang panen kurang dari 90 hari, kadar airnya tinggi,” jelasnya.

Baca Juga  Koperasi “Pemasaran Anak Nelayan Bajo” Terbentuk, Siap Pasarkan Garam MJ

Melihat kondisi ini Ia menghimbau kepada petani untuk tidak terburu-buru memanen padinya karena akan mempengaruhi kualitas padi. Apabila petani takut dengan harga turun, Bulog menjamin akan membeli padi sesuai HPP asalkan sesuai dengan kualitas yang disyaratkan Permendag tersebut. “Seberapapun padi yang ada di KSB, Bulog akan siap membelinya sebagai bentuk jaminan kesejahteraan masyarakat. Kami juga meminta kepada masyarakat apabila ada pembeli yang beli di bawah HPP jangan mau dijual, lapor kepada petugas lapangan pertanian atau Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar diteruskan ke Bulog. Bulog di KSB punya mitra bisnis di bawah Bulog yaitu Ucok Selek,” ujarnya.

Ditanya cara pembeli mengecek kadar air ? Kurnia Rahmawati menyebutkan, setiap mitra Bulog pasti memiliki alat untuk mengecek kadar air padi. Apabila ada yang berspekulasi harga padi mengatakan kadar air tinggi agar tidak dipercayai sebelum dicek dengan alat tersebut. Dan jika ada yang nakal mempermainkan harga padahal padi sesuai persyaratan itu bisa dipidana. (HEN/SR)

 

iklan bapenda