Sekolah Bisa Gunakan Dana BOS untuk Pencegahan Covid-19

oleh -12 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2/4/2020)

DPRD

Setelah resmi membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020, kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menyerukan sekolah penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat menggunakan dana tersebut melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19). Ketentuan ini termaktup dalam Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Pada poin 6, dijelaskan bahwa dana BOS atau Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dapat digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah. Termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemic Covid-19, seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfectant dan masker bagi warga sekolah, serta membiayai pembelajaran daring/jarak jauh.

Manajer Dana BOS Kabupaten Sumbawa, Ir Surya Darmasya yang ditemui belum lama, mengakui hal itu. Surat Mendikbud yang menyerukan penggunaan dana BOS untuk pencegahan pandemic Covid-19 sudah diterima. Mengenai besar penggunaan dana BOS untuk pencegahan Covic-19, Darmasya yang juga Sekretaris Dikbud Sumbawa ini, mengatakan tidak ditentukan asalkan dialokasikan untuk pengadaan alat kebersihan sebagai upaya penunjang pencegahan virus Corona. Seperti masker, hand sanitizer serta disinfectant. “Gunakan saja dana BOS untuk pencegahan virus Corona ini sesuai kebutuhan sekolah masing-masing,” ujarnya.

Terkait penggunaannya, Dinas Dikbud Sumbawa akan melakukan monitoring ke sekolah penerima. “Nanti kita cek ke lapangan, betul tidak dana BOS ini sudah digunakan untuk pencegahan virus Corona,” kata Surya Darmasya.

Baca Juga  PPDB Dimulai 23—25 Juni

Bagi sekolah yang sudah membuat RKAS, Darmasya berharap segera melakukan revisi dengan mengalihkan anggaran yang semula digunakan untuk persiapan UN dan US (Ujian Sekolah), yang kemudian diarahkan untuk penanganan virus Corona. Paling lambat revisi ini dilakukan Bulan April mendatang. (SR)

 

 

DPRD DPRD