Pria yang Pingsan di Terminal Sumer Payung Hanya Infeksi Bakteria

oleh -2 views

BERITA KHUSUS GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2/4/2020)

Pria paruh baya yang sempat menghebohkan karena ditemukan pingsan dan kejang-kejang di Terminal Sumer Payung, Sumbawa, beberapa waktu lalu, ternyata tidak mengarah ke gejala Covid-19. Meski sebelumnya sempat mengalami demam dan sesak napas. Awalnya pria berumur 66 tahun asal Pulau Lombok tersebut dicurigai mengarah ke gejala Covid sehingga di Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir dikategorikan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Pada jumpa pers di Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (2/4/2020), Direktur RS HL Manambai Abdulkadir, dr Arindra Kurniawan membenarkan bahwa kondisi pasien tersebut tidak ada gejala yang mengarah ke Covid-19. Secara medis, pasien tersebut mengalami gangguan kejiwaan karena komunikasinya tidak nyambung dan ngelantur. Selain itu secara klinis berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, pasien tersebut juga menunjukkan infeksi bacterial. Karena itu yang bersangkutan dikeluarkan dari ruang isolasi pasien PDP lalu dipindahkan ke ruang isolasi lain biasanya digunakan untuk pasien TB. “Pemindahan ini untuk menghindari pasien TB tertular Covid-19,” ujar Dokter Arindra.

Di bagian lain, Dokter ramah ini menyebutkan saat ini ada 6 pasien yang dirawat di ruang isolasi RSMA yaitu 1 pasien ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan 5 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) termasuk satu PDP dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Satu ODP diisolasi, karena kontak dengan pasien positif Covid. Sebenarnya ada tiga pasien ODP. Namun dua di antaranya sudah dipulangkan dan diminta untuk mengkarantina diri. Dua pasien yang sudah pulang ini berasal dari Kecamatan Tarano dan Kecamatan Alas. Saat keduanya datang ke RSMA, dua pasien itu tidak sempat dirawat di ruang isolasi. Ketika masuk UGD diobservasi dan dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasilnya tidak mengarah ke Covid-19. Apabila nanti muncul kekhawatiran dari keduanya, dr. Arindra mengatakan dapat dipastikan dengan Rapid-test, merupakan salah satu screening yang bisa dilakukan bagi ODP-ODP yang memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Kepala BNPB Ingatkan Potensi Ancaman Bencana Alam di NTB