DPRD KSB Sebut PT AMNT Kurang Sensitif

oleh -19 views

SUMBAWA BARAT, SR (1/4/2020)

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Amiruddin Embeng SE menilai bahwa perusahaan tambang, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) kurang sensitive terhadap permasalahan masyarakat KSB jika dibandingkan dengan PTNNT sebelumnya.

DPRD

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Manajemen PT AMNT di Ruang Sidang Utama DPRD KSB, Rabu (1/4), Embeng—akrab politisi ini disapa, mengatakan bahwa saat ini KSB dan semua daerah menghadapi masalah virus corona. Pemerintah KSB belakangan ini sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk mencegah agar masyarakat tidak terjangkit virus mematikan tersebut. Namun sejauh ini belum terlihat tindakan nyata yang dilakukan Amman Mineral untuk masyarakat KSB di lapangan. “Dulu waktu jamannya PTNNT, ada keluhan masyarakat sedikit saja, perusahaan langsung eksekusi hingga tuntas. Sensitifnya sangat tinggi terhadap persoalan masyarakat. Tapi jaman AMNT saat ini belum kita lihat tindakannya seperti apa. Jadi kelihatan sekali sensitifitasnya terhadap masyarakat sangat kurang,” sesalnya.

Padahal lanjut Embeng, orang yang menjalankan perusahaan AMNT ini sama dengan orang yang menjalankan PTNNT sebelumnya. “Saya belum tau apakah ada pola manajemen yang berbeda sehingga perusahaan ini menjadi seperti ini. Saya hanya menyarankan ini masalah nyawa masyarakat sehingga perlu AMNT turun bersama-sama melawan Virus Corona khususnya di KSB ini,” pintanya.

Ia berharap saatnya Amman Mineral mengalokasikan CSR untuk memerangi Covid-19 ini, di samping untuk kesejahteraan masyarakat KSB—dimana Amman Mineral berusaha dan mengeruk sumberdaya alamnya.

Baca Juga  Proyek Biogas Filantra dan MTT Telkomsel Resmi Dilaunching Wakil Bupati

Di tempat yang sama Wudi Raharjo selaku General Manager Operasional (GMO) mengakui bahwa penyebaran Covid-19 sangat cepat dan semua orang mempersiapkan kebutuhannya termasuk perusahaannya. Ia mencontohkan ada arahan pemerintah bahwa hanya orang sakit yang menggunakan masker bukan orang sehat. Tapi sekarang orang sehat pun disarankan menggunakan masker. Karena itu masker menjadi barang langka dan sulit didapatkan. Meski demikian bukan menjadi alasan bagi perusahaannya untuk tidak membantu masyarakat. “Saat ini kami sudah melakukan edukasi bukan hanya kepada karyawan juga kepada masyarakat sekitar seperti Maluk dan Jereweh. Ini menurut kami adalah langkah yang paling efektif dalam situasi seperti ini,” ujarnya.

Saat ini pihaknya menginisiasi untuk pembuatan masker sendiri sebanyak 10.000 buah yang dilakukan oleh karyawan AMNT. Masker ini akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebab sekarang tidak mungkin bisa membeli masker dalam jumlah banyak. “Kami sadar bahwa perusahaan tidak terlepas dari masyarakat dan pemerintah, sehingga kami bersedia bekerjasama dengan pemerintah dalam hal ini pemerintah Sumbawa Barat,” tandasnya. (HEN/SR)

DPRD DPRD