Kekeringan Melanda, Petani Pamunga Plampang Terancam Gagal Panen

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (31/3/2020)

Ratusan hektare tanaman padi di Pamunga, Desa Usar Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman padi petani ini mengalami kekeringan akibat hujan yang tak kunjung turun. Kondisi ini terlihat di lokasi persawahan Pamunga Loka dan Pamunga Beru sebagaimana terpantau Wartawan SAMAWAREA Biro Sumbawa Bagian Timur, Selasa (31/3). Petani setempat ketar-ketir karena tanamannya mongering karena sebulan tidak turun hujan.

DPRD

Saimin A. Majid Ketua Kelompok Tani Olat Santong mengaku sedih sedih melihat tanaman padi yang sebelumnya hijau, subur dan sedang bunting serta keluar buahnya, kini kering kerontang. Tidak ada air sedikitpun yang mengairi lahan tadah hujan tersebut mengingat tidak ada hujan sejak sebulan lalu. Tanah persawahan tampak pecah-pecah. Sudah puluhan tahun petani bercocok tanam hanya mengharapkan air dari langit karena tidak ada sumber mata air. Sejak lama petani mengidam-idamkan dibangunnya bendungan sehingga petani bisa setahun 3 kali panen. Dengan ancaman gagal panen yang sudah di depan mata ini, Saimin berharap petani bisa diasuransi pertanian untuk modal usaha pada musim tanam berikutnya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Saleng Sakiki, Supratman Rasidi, mengakui bahwa petani di Pamunga  sampai saat ini belum merasakan kemerdekaan. Karena tidak adanya pemerataan pembangunan terutama bendungan, mereka terancam tidak bisa menikmati hasil tanamnya pada tahun ini. Tanaman padi sudah kering dan tanah pecah-pecah karena tidak adanya air. “Kami hanya berharap pemerintah dapat memperhatikan nasib kami,” ujarnya lirih. (BUR/SR)

 

DPRD DPRD
Baca Juga  Ditinggal ke Kota, Rumah Panggung di Lopok Terbakar