Naik ke Gunung, Warga Pamunga Gelar Doa Tolak Covid19

oleh -3 views
iklan bapenda

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27/3/2020)

Banyak cara dilakukan masyarakat untuk menyudahi penyebaran virus corona (Covid19). Seperti yang dilakukan warga Dusun Pamunga Desa Usar Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Kamis (26/3). Warga berbondong-bondong naik ke gunung untuk menggelar ritual keagamaan “tolak bala” menangkal bahaya Covid19. Tradisi tersebut sebenarnya sudah sering dilakukan warga, namun kali ini dikhususkan untuk memohon kepada Allah SWT. Selain bermunajat untuk memusnahkan Covid-19 juga meminta diturunkannya hujan. Sebab sebagian besar lahan pertaniannya terhampar luas tanpa sumber pengairan atau bendungan. Kini petani dalam ancaman gagal panen, karena sudah hampir sebulan hujan belum turun.

iklan bapenda

Wartawan SAMAWAREA yang berada di lapangan melaporkan, bahwa ritual tolak bala itu digelar di kawasan Olat Santong, Pamunga. Warga mengawalinya dengan sholat sunat hajat minta hujan, do’a dan dzikir bersama. Kegiatan ini selain warga juga diikuti RT dan RW lingkup Dusun Pamunga.

Tokoh Masyarakat setempat, Saimin A. Majid mengatakan kegiatan yang dilakukan warga ini dinilai sangat positif daripada mempercayai isyu yang tidak jelas. Seperti isyu minta makan telur untuk menangkal virus corona. Pencegahan dengan cara sholat hajat, dzikir dan do’a bersama sebagai upaya pamungkas dalam menangkal Corona. “Semoga kegiatan ini juga bisa dilaksanakan di dusun dan desa lainnya di wilayah Plampang,” harapnya.

Imam Shalat sekaligus pimpinan doa dan dzikir bersama, Huldianto mengatakan bahwa segala musibah merupakan salah satu teguran Allah kepada umat manusia. Karena itu melalui kegiatan ini, pihaknya bermunajat kepada Allah agar virus jahat seperti Covid-19 dilenyapkan dari muka bumi. Karena itu salah satu doa yang dibacakannya yang dikutip dari surat Al-Israa ayat 81 yang maknanya kebathilan akan hancur, kebenaran akan datang. “Begitulah tujuan dari membaca doa atau ayat waquljaa-al haqqu wazahaqal baathilu innal baathila kaana zahuuqan,” jelas tokoh agama kelahiran Pamunga itu.

Baca Juga  FILANTRA Bantu APD untuk Tenaga Kesehatan di Sumbawa

Usai menggelar ritual keagamaan, kegiatan dilanjutkan dengan memasak bubur untuk disantap bersama. (BUR/SR)

iklan bapenda