Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Ikhtiar Lawan Penyebaran Covid-19

oleh -18 views

LIPUTAN KHUSUS JUMPA PERS GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24/3/2020)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc meminta segenap masyarakat untuk bergotong-royong mewaspadai penyebaran Covid-19 (Virus Corona) di Kabupaten Sumbawa. Dalam surat edarannya No. 443/160/Humaspro/III/2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Wilayah Kabupaten Sumbawa, Bupati meminta masyarakat memahami bahwa korban akibat Covid-19 terus berjatuhan. Penyebabnya bukan dari orang yang sedang dirawat di rumah sakit, tetapi oleh orang yang sehat namun sebagai Carrier (pembawa Covid-19) dan berpotensi sebagai penular kepada siapa saja yang berada di sekitarnya. Sangat berbahaya bila menular kepada orang lanjut usia atau memiliki penyakit bawaan. Carrier tersebut bisa berpotensi menjadi “pembunuh potensial” karena bisa menyebabkan kematian.

Karena itu, seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa harus meningkatkan kewaspadaan dan ikhtiar untuk melawan penyebaran Covid-19 tersebut. Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Bupati menghimbau masyarakat untuk memperhatikan beberapa hal. Yaitu, tidak mengadakan kegiatan ibadah sosial keagamaan, pagelaran adat dan budaya yang dapat menghadirkan berkumpulnya massa atau ummat dalam jumlah yang banyak, baik di tempat ibadah (Masjid, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng), di tempat umum lainnya ataupun di lingkungan sendiri. Dilarang mengadakan pertemuan sosial, adat, budaya dan keagamaan dalam bentuk diskusi, seminar, pengajian, perayaan hari besar keagamaan, termasuk menunda penyelenggaraan MTQ tingkat Kecamatan serta berbagai kegiatan festival adat budaya, musik dan olahraga. Tidak mengadakan acara keluarga berupa tasyakuran, resepsi pernikahan dan nyongkolan serta kegiatan sejenis lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa. Untuk sementara waktu meniadakan Sholat Jum’at sesuai fatwa MUI bagi ummat Islam yang diganti dengan sholat dzuhur di rumah masing-masing sampai dengan berakhirnya wabah corona (covid-19) dan senantiasa membaca Qunut Nazilah dalam sholat lima waktu agar selalu mendapat perlindungan Allah SWT. Demikian juga dengan Ummat Hindu agar meniadakan pawai ogoh-ogoh dalam rangka hari raya Nyepi, Umat Nasrani (Kristen Katolik dan Kristen Protestan), Ummat Budha dan Ummat Konghucu, agar beribadah di rumah sesuai tuntunan agama masing-masing.

Baca Juga  Gubernur Minta Dinas Perdagangan Petakan Produk IKM yang Dijual ke Luar Daerah

Selain itu diharapkan memperhatikan kesehatan dan keselamatan, dengan berperilaku hidup bersih dan sehat di berbagai tempat. Menghindari sementara waktu melakukan perjalanan tidak penting. Kemudian melaporkan kepada Kepala Dusun/Kepala Desa apabila ada tamu Warga Negara Asing (WNA), Pekerja Migran Indonesia dan ASN serta warga masyarakat yang baru datang atau pulang dari daerah zona merah terpapar Covid-19 untuk melakukan isolasi diri selama 14  hari dan selanjutnya berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Agar warga masyarakat yang terdapat indikasi gangguan kesehatan berupa flu, batuk dan demam untuk dapat beristirahat di rumah masing-masing dan tidak bekerja atau mendatangi tempat-tempat keramaian. “Setiap orang diharapkan menjadi pahlawan kemanusiaan, dengan cara ikut serta menyebar pesan kebaikan, ikuti dan taat serta disiplin tentang jaga jarak (social distancing) dalam setiap kesempatan, hindari kerumunan, jangan sentuh mata hidung dan mulut bila memegang sesuatu, sering cuci tangan serta perbanyak kegiatan di rumah. Sekarang saatnya kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah di rumah,” pungkasnya. (SR)

iklan bapenda