Peserta TTG Tingkat Kabupaten di KSB Meningkat Signifikan

oleh -0 views

SUMBAWA BARAT, SR (22/3/2020)

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPDes) menggelar penilaian Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Sumbawa Barat XVIII di Lapangan SMKN 1 Taliwang, Sabtu (21/3) kemarin. Kegiatan yang mengangkat tema “Pengembangan Temuan Inovatif Berkelanjutan” ini diikuti 26 penemu se-Kabupaten Sumbawa Barat. “Kepesertaan TTG tahun ini berjumlah 26 orang penemu. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 yang hanya 9 penemu. Artinya, dengan partisipasi yang tinggi menunjukkan bahwa geliat masyarakat KSB untuk menciptakan temuan baru begitu tinggi. Hal itu juga karena sosialisasi dari DPMPDes yang begitu maksimal,” kata Kepala Dinas PMPDes KSB, Drs. Mulyadi dalam laporannya.

Kepala DPMPDes menyebutkan, selama ini TTG di Sumbawa Barat sudah cukup bagus, bahkan sudah banyak dikenal hingga tingkat nasional. Meski demikan, ia tidak menampik, dalam upaya mendorong pemberdayaan TTG, masih banyak kendala di lapangan. Termasuk kendala dukungan anggaran untuk pengembangan hasil temuan TTG sebelumnya. “Kendala kami dalam pengembangan TTG adalah masih belum sepenuhnya diberdayakan oleh pemerintah. Padahal, dalam pengembangan TTG, perlu kita dukung melalui dukungan anggaran. TTG bisa kita perbanyak dan maksimalkan keberadaannya di Sumbawa Barat,” ucapnya.

Meski dengan keterbatasan anggaran pemberdayaan, lanjut Mulyadi yang juga Ketua Panitia Lomba TTG, ternyata banyak temuan di Sumbawa Barat, bahkan sudah dipesan dan diorder oleh kabupaten lain. Seperti mesin perontok jagung yang sudah digunakan di Kabupaten Bima dan Dompu.

Baca Juga  BRI Diminta Terus Bantu dan Dampingi Pelaku UMKM di NTB

Sementara Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. HW. Musyafirin MM mengapresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menujukkan inovasinya pada TTG tahun 2020. “Tahun ini temuannya sangat banyak, ini bagus sekali. Biasanya banyak yang memiliki temuan dan terhenti disitu, karena ketidakmampuan dalam mengembangkannya. Karena itu, jika ada yang salah dari sisi temuan itu sendiri, maka itulah yang perlu kita kaji,” kata Bupati.

Ia menambahkan, bahwa penemuan baru bisa diciptakan oleh siapa saja, baik dari lintas pendidikan maupun lintas profesi. Seperti Dinas Pertanian, Perikanan, Ketahanan Pangan itu dimungkinkan setiap pegawainya ada TTG. Jadi bukan saja petani atau peternak, namun bisa juga penemu dari kalangan aparatur sipil. “Prinsipnya TTG ini, bagaimana kita mengefesiensi, mengefektifkan, bahkan bisa menghasilkan produktifitas secara efesien. Kalau dalam lingkungan kerja, bagaimana pekerjaan kita bisa kita lakukan seefesien dan seefektif mungkin. Kalau dalam administrasi, bagaimana kita menemukan arsip dalam satu detik, itu juga bagian dari TTG,” sambungnya.

Usai menyampaikan sambutan dan membuka Lomba TTG Tingkat KSB XVIII, Bupati bersama rombongan Forkopimda dan tamu undangan menyambangi langsung stand peserta lomba TTG dan stand bazaar. Selanjutnya dilakukan penilaian oleh tim juri yang terdiri dari LIPI, BPMD, Dukcapil NTB dan tim juri lokal KSB lintas sektoral. (HEN/SR)

iklan bapenda