Antisipasi Corona, Satpol PP Jaring Siswa Berkeliaran

oleh -4 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN SATPOL PP KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23/3/2020)

Meski TK, SD dan SMP di wilayah Kabupaten Sumbawa ‘meliburkan’ siswanya, bukan berarti siswa tersebut bebas berkeliaran di luar rumah. Siswa itu tetap berada di rumah dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona. Hal ini sesuai dengan Keputusan Bupati Sumbawa yang menghimbau agar seluruh siswa sekolah jenjang TK, SD dan SMP untuk dirumahkan selama 14 hari, 17–30 Maret mendatang. Sebagai aparat penegak Perda, Satpol PP berkewajiban untuk mengamankan keputusan Bupati Sumbawa tersebut. Terlebih lagi, sejak dikeluarkannya SK Bupati, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dibud) telah berkoordinasi dengan Satpol PP terkait pemantauan di lapangan. Dalam patroli yang dilakukan jajarannya ternyata masih banyak anak SD dan SMP berkeliaran. Mereka langsung diamankan untuk diberikan pembinaan.

Kasat Pol PP Kabupaten Sumbawa , H Sahabuddin S.Sos., M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/3) mengaku menemukan dua siswa yang berkeliaran di Lapangan Pahlawan saat pagi hari. Siswa itu langsung diberikan pembinaan di tempat dan meminta mereka pulang ke rumah masing-masing. Tidak hanya Taman Pahlawan, personilnya menyisir sejumlah lokasi lainnya. Dipimpin Kasi Opdal, Mukhtamarwan, tim menyambangi Warnet, Game PS, Taman Mangga, Pantai Jempol, Jalan Samota dan lainnya. Namun di semua lokasi itu tidak ditemukan adanya siswa yang berkeliaran. Dalam situasi seperti ini, pihaknya berharap kepada para orang tua untuk tegas terhadap anak-anaknya, dengan tidak memberikan izin keluar rumah. Karena ini menyangkut masalah kesehatan bagi semua pihak. “Di Pantai Jempol kemarin sekitar jam 6 sore, ada anak-anak sekitar 10 orang masih ngumpul, seharusnya diam di rumah,’’ sesalnya.

Baca Juga  Kadis dan Sekretaris Dikbudpora KSB Menghadap Jaksa

Selain itu, pihaknya juga berharap kepada kepala sekolah dan guru agar rutin memberikan tugas belajar kepada para siswa. Sehingga tetap berada di rumah untuk mengerjakan tugas. ‘’Ini baru satu minggu, dari 14 hari yang diberikan. Bagi guru, agar tetap memberikan tugas-tugas, supaya para siswa itu tetap berada di rumah,’’ pungkasnya. (SR)

 

iklan bapenda