Home / HukumKriminal / Tuduh Kepala KUA Selingkuh, Pegawai Kemenag Jadi Tersangka
Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Lalu Mohammad Rasyidi SH

Tuduh Kepala KUA Selingkuh, Pegawai Kemenag Jadi Tersangka

SUMBAWA BESAR, SR (20/3/2020)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. Firman Allah dalam Qur’an Surat  Al Hujurat:6 ini menjadi pengingat bagi siapa saja termasuk AR—pegawai di Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa. Wanita ini harus berurusan dengan hukum dan telah ditetapkan sebagai tersangka, akibat fitnah yang dilakukannya terhadap mantan atasannya di salah satu Kantor Urusan Agama (KUA).

AR yang saat itu pegawai di KUA setempat, melaporkan atasannya ke Kepala Kemenag atas dugaan perselingkuhan. Tidak hanya mantan atasannya yang difitnah selingkuh, tapi juga istri mantan atasannya dituduh selingkuh dengan orang lain. Tentu saja tuduhan yang tidak mendasar itu membuat mantan atasan beserta istrinya marah besar dan melaporkan AR ke Polres Sumbawa atas delik pencemaran nama baik.

Informasi yang diserap SAMAWAREA, kasus pencemaran nama baik itu terjadi akhir Tahun 2019. Saat itu, AR masih bertugas di salah satu KUA di Kabupaten Sumbawa. AR melaporkan atasannya dan istri atasannya itu dengan dugaan perselingkuhan. Laporan ini dilayangkan ke Kantor Kemenag Sumbawa.

Dalam laporan AR, dia menduga bahwa atasan dan istrinya sama-sama selingkuh dengan orang yang sudah memiliki pasangan. Mengetahui adanya laporan ini, istri dari atasannya itu kemudian mendatangi Kantor Kemenag Sumbawa untuk memastikan adanya laporan AR. Sebab, saat itu kebetulan atasan AR sedang bertugas ke luar daerah. Setelah memastikannya istri atasannya ini langsung menemui AR. Didampingi Kasubag TU dan salah seorang staf Bagian Umum Kemenag Sumbawa, istri atasannya itu. menanyakan perihal laporan tersebut. Kepada istri atasannya, AR membenarkan telah melayangkan laporan itu. Setelah adanya laporan itu, atasan AR dan istrinya bertemu dengan orang yang disangkakan berselingkuh dengan mereka. Pertemuan dilakukan dengan pasangan masing-masing. Ternyata, dugaan perselingkuhan itu tidak benar adanya. Akhirnya, kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan AR dilaporkan ke Polres Sumbawa. Penyidikan kasus itu oleh pihak Polres Sumbawa tuntas sehingga perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumbawa, Kamis (19/3) kemarin. Pelimpahan berkas perkara ini bersamaan dengan penyerahan tersangka AR dan barang bukti.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Lalu Mohammad Rasyidi SH membenarkan telah menerima pelimpahan kasus tersebut. Di hadapan jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani kasus tersebut, AR telah mengakui perbuatannya. Hal ini dilakukan AR karena adanya salah paham. AR mendengar selentingan mengenai dugaan perselingkuhan itu kemudian memutuskan untuk melaporkannya ke Kemenag Sumbawa.

Dalam kasus ini, AR dijerat dengan pasal 310 KUHP, tentang pencemaran nama baik. Namun kejaksaan tidak melakukan penahanan terhadap AR. Sebab, sesuai ketentuan, jika tindak pidana dengan ancaman hukumannya di bawah lima tahun, tidak bisa ditahan. (SR)

Lihat Juga

Pesta Miras di Tengah Wabah Corona, Pelajar dan Pegawai Honorer Diangkut Pol PP

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN SATPOL PP KABUPATEN SUMBAWA SUMBAWA BESAR, SR (5/4/2020) Perbuatan sekelompok pelajar dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *