Home / Politik / Hadirnya Novi di Pilkada Sumbawa Penegasan Prinsip Persamaan Derajat

Hadirnya Novi di Pilkada Sumbawa Penegasan Prinsip Persamaan Derajat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17/3/2020)

Pasangan H Mahmud Abdullah yang kerap disapa Haji Mo dan Dewi Noviany—yang singkat dipanggil Novi, dipastikan akan maju pada kontestasi Pilkada Sumbawa. Pasangan yang telah direkomendasikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta menyusul beberapa partai besar lainnya seperti Hanura dan Nasdem ini telah mewakili semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Pasangan ini sangat ideal. Selain itu cukup spesial karena Dewi Noviany satu-satunya wanita diantar banyak lelaki yang memiliki nama dan populer dalam kontestasi Pilkada Sumbawa saat ini. Kemunculan Dewi Noviany sebagai perwakilan wanita yang terjun dalam dunia politik memberikan ‘warna’ baru dalam demokrasi pemilu kepala daerah Sumbawa. Meski tidak memiliki latar belakang politik, lebih sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dewi Noviany ternyata mampu mengkonsolidasikan banyak kelompok sosial change di Kabupaten Sumbawa dalam berbagai kegiatan secara menarik dan cerdas.

Dewi Noviany S.Pd., M.Pd

Majunya Novi karena masyarakat Sumbawa ingin mencatat sejarah. Setelah mengantarkan Dr. H. Zulkieflimansyah—putra Sumbawa menjadi Gubernur NTB, Sumbawa juga harus menempatkan perempuan pada top leader. Karena sepanjang sejarah Sumbawa yang kini telah berusia 61 tahun, belum pernah ada wanita yang menduduki jabatan tertinggi di pemerintahan baik sekelas Sekda, pimpinan DPRD, Bupati maupun Wakil Bupati. Seperti halnya Bima dipimpin Hj Indah Damayanti, Surabaya Tri Rismaharini, Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda dan Wakil Gubernur NTB, Hj. Dr. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd. Semua berangkat dari orang biasa-biasa saja dan ibu rumah tangga, yang peduli terhadap perbaikan daerahnya. Keinginan kuat masyarakat Sumbawa untuk menempatkan perempuan di porsi sejajar dengan laki-laki terlihat dari dukungan terhadap Caleg Perempuan di Pileg Kabupaten Sumbawa 2019. Dari satu orang kini telah menempatkan 6 perwakilan perempuan di DPRD Sumbawa.

Lilis Kartika Novianti—salah seorang mahasiswa saat dimintai pandangannya mengakui jika Dewi Noviany belakangan ini menjadi magnet ibu-ibu rumah tangga dan para wanita millenial Sumbawa. Karena baru kali ini dalam sejarah demokrasi pemilihan pemimpin Sumbawa memiliki peluang besar bagi calon perempuan. Keberanian Novi maju di kontestasi politik ini patut diacungi jempol. Seorang Novi dalam bingkai demokrasi Sumbawa adalah sesuatu yang menarik. Munculnya nama Novi di kancah politik bukan tanpa alasan. Di berbagai survey, Novi memiliki elektabilitas dan popularitas yang cukup tinggi. “Yang jelas kehadiran Ibu Dewi Noviany dalam kontestasi demokrasi merupakan penegasan kaum perempuan atas dasar prinsip persamaan derajat, dalam semua wilayah dan tataran kehidupan publik menjadi penting, terutama dalam pengambilan keputusan. Peran perempuan dalam segala aktifitas dan pengambilan keputusan adalah bentuk emansipasi dan demokrasi nyata. Sebagai bentuk yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha perempuan untuk mendapatkan hak politik, kesetaraan dan persamaan derajat,” beber Lilis.

Seiring karakter Tau dan Tana Samawa seputar cara pandang terhadap kehadiran Novi dalam kontestasi demokrasi, menurut Lilis, sangat diharapkan dan menjadi motor penggerak ekonomi rumah tangga Sumbawa. Kemunculannya dalam bursa pemilihan Bupati Sumbawa dan Wakil Bupati Sumbawa mulai mendapat posisi yang diperhitungkan oleh pasangan lainnya. Kehadiran Novi untuk mewaraskan demokrasi Sumbawa agar tidak ada pengekangan sistem yang dilakukan oleh kelompok yang ada selama ini. Kemampuan dan kepercayaan diri Novi merupakan bentuk keberhasilan untuk berkembang maju. “Masuknya ibu Dewi Noviany dalam dunia demokrasi lokal Sumbawa menjadi maksimal dalam membangun partisipasi, juga dianggap mampu memberikan nilai estetika dalam proses demokrasi. Bisa dibilang Dewi Noviany memberi nilai estika atau sentuhan tersendiri dalam dunia politik saat ini,” ujarnya.

Apalagi Dewi Noviany memiliki keahlian yang multitalent. Selain cerdas, juga berparas cantik dan smart (cerdas) sehingga terlihat good looking (enak dipandang). Inilah yang menjadikan Dewi Noviany memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Sumbawa. Dengan gaya atau kekhasan Dewi Noviany dianggap cukup memiliki karakter kuat dalam menjaga martabat seluruh wanita Sumbawa. Dewi Noviany sebagai perempuan pertama dalam demokrasi Sumbawa menjadi salah satu penentu arah keadilan dan keberadaban kaum perempuan. Karena perempuan tidak lagi berada di “dapur” sebagai kanca wingking, namun duduk bersama dalam menegakkan tatanan kehidupan demokrasi politik yang baik.

Karena itu Lilis memprediksikan Dewi Noviany akan memimpin Sumbawa dengan kalkulasi politik yang akurat, karena dapat diterima oleh sebagian besar kelompok sosial masyarakat Sumbawa. Kendati demikian, peran Dewi Noviany ini, kedepan akan menghadapi berbagai tantangan berat.

Harapan tampilnya Dewi Noviany pada kontestasi Pilkada Sumbawa diyakini dapat menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan mutakhir dihadapi daerah, terutama perubahan teknologi 4.0 yang diprediksi mampu membawa dampak yang mengarah lebih baik. Apalagi di Sumbawa banyak sekali kasus kekerasan baik fisik, psikis dan seksual yang menimpa kaum perempuan. Untuk itu Sumbawa sangat membutuhkan sosok Dewi Noviany untuk menyelesaikan persoalan tersebut, “Jadi Sumbawa harus membentuk peradaban baru yang menjadi lebih baik, kita bisa mulai revolusi ini dari kepemimpinan Dewi Noviany kedepannya,” imbuhnya, seraya menyatakan bahwa sudah waktunya bagi Dewi Noviany untuk berkarya dan ikut berperan dalan pemerintahan, agar dapat membawa peruabahan dalam pembangunan yang lebih baik. (SR)

 

Lihat Juga

Jelang Akhir Coklit, Ini Temuan Bawaslu Sumbawa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11/8/2020) Tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih oleh KPU Sumbawa akan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *