Pekerja Lokal Diblack-list, Bupati KSB Surati Presdir AMNT

oleh -2 views

SUMBAWA BARAT, SR (12/3/2020)

Banyaknya permasalahan ketenagakerjaan yang muncul salah satunya tenaga kerja lokal yang diblack list PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) membuat Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM, bersikap. Orang nomor satu di KSB itu langsung bersurat ke Presiden Direktur PT Amman Mineral.

Dalam surat itu sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans), Ir. H. Muslimin melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial, Tohiruddin SH, belum lama ini menyebutkan, ada tiga poin isi surat Bupati Sumbawa Barat tersebut. Pertama, Pemda maupun pihak swasta berkewajiban memberikan kesempatan kerja seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka menekan angka pengangguran. Kedua, PT AMNT beserta perusahaan-perusahaan mitra bisnisnya yang menjalankan usahanya di wilayah KSB wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan serta agar setiap perekrutan dan penempatan tenaga kerja memprioritaskan masyarakat sekitar. Terakhir, terkait kebijakan PT AMNT memasukkan beberapa warga dalam daftar hitam (blacklist/alert list) terhadap pencari kerja asal Sumbawa Barat agar dapat ditinjau kembali guna memberi kesempatan yang sama kepada setiap pencari kerja.

Menurutnya, jika warga atau tenaga kerja lokal dalam etos kerjanya kurang maksimal berdasarkan penilaian perusahaan, maka sejatinya dibina, bukan sebaliknya. Kalau dimasukkan dalam daftar hitam, tidak menutup kemungkinan akan muncul persepsi dan gejolak di tengah publik bahwa kebijakan black list itu ibaratnya membunuh rejeki orang. Di sisi lain, mereka putra daerah dan tidak mau menjadi penonton di daerah sendiri. “Pemda menekan agar jangan sampai warga lokal menjadi korban. Harus adil. Perusahaan menghisap potensi sumber daya alam kita, maka warga juga harus menikmati dari keberadaannya,” beber Kabid Hubungan Industrial. “Segala persoalan yang terjadi soal tenaga kerja lokal, lapor dan sampaikan ke Dinas. Sebagai pelayan publik, pasti kami akan merespon dan kita akan bina mereka sama-sama untuk kita carikan solusi yang terbaik,” tambah Tohir seraya berharap, kedepan tidak ada lagi warga lokal yang dilepas oleh perusahaan tempat semula dia bekerja. (HEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Catat Rekor, Sepekan Bank Sampah "Jorok" Dapat 26 Nasabah