Seret Korban Hingga Patah Tulang, Kawanan Jambret Digulung Polisi

oleh -7 views

MATARAM, SR (11/3/2020)

Tiga pejambret, CDA (25), GA (43) dan MJ (26) digulung polisi. Begal jalanan inilah yang menyebabkan korbannya mengalami patah tulang.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto SIk M.Si dalam keterangan persnya, Rabu (11/3) menuturkan, kasus ini terjadi 27 Februari lalu di depan sekolah JANPAU Jalan Lalu Mesir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Awalnya korban Emi Suwarni bersama anaknya, Rosadiana Suyata datang ke Bank BCA hendak mengambil uang. Setelah meninggalkan bank korban menuju Hotel Puri Indah menggunakan mobil. Anak korban merasa ada beberapa orang menggunakan sepeda motor yang membuntuti mereka. Setelah menaruh uang di hotel selanjutnya korban keluar menuju TK JANPAU hendak menjemput cucunya. Saat korban turun dari mobil tiba-tiba datang tersangka CDA menarik paksa tas yang dibawa korban. Korban berusaha mempertahankan sehingga terjadi tarik menarik antara korban dengan tersangka. Karena genggaman korban kuat sehingga korban sempat terseret sampai ke jalan raya. Saat itu turunlah anak korban dari mobil untuk membantu korban mempertahankan tas miliknya. Tersangka langsung mendorong korban dan anaknya hingga terjatuh. Saat terjatuh itulah anak korban berteriak meminta tolong sehingga warga sekitar membantu korban sekaligus mengamankan pelaku. Akibat kejadian tersebut korban mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kanan, lecet pada siku kiri dan siku kanan. anak korban mengalami luka lecet dan memar pada kaki kanan dan lengan kiri.

Baca Juga  Polisi Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Gedung Serbaguna Sengkal

Dalam melakukan aksinya tersangka bersama dengan 4 orang pelaku lainnya dengan inisial GA dan MJ (tersangka pada berkas perkara lain) sedangkan  pelaku PY dan YF masih dalam pengejaran. Barang bukti yang diamankan, sebuah buah tas jinjing wanita ukuran sedang merk LV (Louis Vuitton) Paris, warna putih kombinasi warna warni, Made In France. Dompet merk Gucci berisi uang Rp 614.000. Kombes Artanto menyebutkan tersangka dikenakan pasal 365 ayat (1) dan (2) ke-1, 2 dan ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (SR)

iklan bapenda