Difasilitasi Disnakertrans, Semua Tuntutan Karyawan Disetujui PT Mirambi

oleh -23 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (12/3/2020)

Disnakertrans Kabupaten Sumbawa Barat menfasilitasi perundingan puluhan karyawan dengan manajemen PT. Mirambi Energi. Perundingan yang berlangsung di Ruang Rapat Disnakertrans ini juga dihadiri pegawai BPJS. Sebab salah satu poin tututan karyawan adalah tentang BPJS.

DPRD

Dalam perundingan itu karyawan PT. Mirambi meminta perusahaan segera membayar BPJS yang hingga kini belum terbayar. Kemudian menuntut pembayaran kelebihan tim operasional alat berat dari Agustus 2019 hingga Januari 2020. Karyawan juga mempersoalkan uang lembur yang tidak dibayar selama dua bulan, tidak diberikan extra food yang penuh, tidak disediakan perlengkapan atau material untuk kebutuhan kerja secara maksimal untuk kelancaran proses pekerjaan, dan tidak disediakan APD yang standar.

Site Koordinator PT. Mirambi, Sotiyono yang hadir, memenuhi semua tuntutan karyawannya. Bahkan untuk BPJS dituangkan langsung dalam nota kesepahaman antara Disnakertrans yang diwakili Tohiruddin SH selaku Kabid HI dan Perlindungan Ketenagakerjaan, Kepala BPJS Kesehatan KSB, Bq. Soraya Widiyawati dan Sutiyono dari PT Mirambi Energi.

Isi nota kesepahaman itu bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan semua karyawan PT. Mirambi dipastikan aktif kembali setelah dilakukan pembayaran tunggakan selama dua bulan, apabila dalam masa 45 hari kartu itu belum bisa digunakan dan ada karyawan yang sakit, semua biaya ditanggung oleh perusahaan. “Sebelumnya kami telah menerima laporan dari karyawan PT. Mirambi bahwa diduga ada aturan yang dilanggar dalam aturan ketenaga-kerjaan oleh manajemen PT. Mirambi. Setelah kami menerima tuntutan kami pelajari poin poin tuntutan sehingga kami surati PT. Mirambi sebagai terlapor, karna ada poin tentang masalah BPJS sehingga saya undang BPJS juga supaya permasalahannya bisa selesai secepatnya,” kata Tohir.

Baca Juga  PKK NTB Raih Penghargaan Paling Progresif Dukung GEN 2025

Perundingan itu berjalan lancar dan penuh keakraban. Perusahaan mengakomodir tuntutan karyawan sebaliknya karyawan merasa bahagia. “Kami juga dari dinas merasa bangga bisa menyelesaikan masalah tanpa harus ada yang dirugikan, karena sebelumnya karyawan mengancam akan melakukan aksi mogok kerja apabila tuntutannya tidak dihiraukan perusahaan,” pungkasnya. (HEN/SR)

DPRD DPRD