Baru Terbentuk, Gakkumdu Gelar Rapat Perdana Satukan Persepsi

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (12/3/2020)

Belum lama terbentuk, Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) mengawali pertemuan perdananya, Kamis (12/3) siang tadi. Dipimpin Ketua Bawaslu Sumbawa, Syamsi Hidayat S.IP, pertemuan itu dihadiri Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra SIK, Kajari Iwan Setiawan SH., M.Hum, Kasat Reskrim IPTU Faisal Afrihadi SH, Kasi Pidum Lalu Mohammad Rasyidi SH, Para Kordiv Bawaslu di antaranya Lukman Hakim SP., M.Si, Hamdan S.Sos.I, Ruslan S.Pd dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Edy Ramli S.AP, serta para penyidik dari kepolisian.

DPRD

Dalam arahannya, Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan mengatakan bahwa keberadaan Gakumdu sangat penting dalam mengawal pelaksanaan Pilkada. Konstelasi politik di Sumbawa saat ini cukup dinamis dan memiliki warna tersendiri dibandingkan daerah lain yang juga melaksanakan Pilkada. Dan Pilkada lebih rawan jika dibandingkan dengan Pilpres. Karena itu Bawaslu diminta untuk menyikapi setiap persoalan dengan arif dan bijak serta menempatkannya pada porsinya semestinya. Intinya hukum harus menjadi sandaran dan terbebas dari intervensi. Yang paling penting sambung Kajari, Bawaslu dapat menjaga netralitas dengan melaksanakan tugas secara proporsional dan professional. “Jangan sampai nama Bawaslu yang sudah bagus tercoreng dengan hal-hal yang semestinya tidak dilakukan,” kata Kajari memberikan atensi.

Hal senada juga dikatakan Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra. Bawaslu dan aparat penegak hukum sepakat untuk bersikap netral. “Kita harus clear and clean. Jangan ada yang memihak, apalagi tidak netral,” ujarnya.

Baca Juga  Disinyalir Pengerjaan Jembatan Gantung Utan Asal-asalan

Pihak kepolisian lanjut Kapolres, akan mengikuti SOP yang ada. Namun jumlah personil kepolisian sangat terbatas terutama yang tergabung dalam Gakumdu atau penyidik yang menangani kasus tindak pidana pemilu. Sebab polisi tidak hanya melakukan penyidikan kasus Tipilu tapi juga terbagi untuk pengamanan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Karena itu pihaknya berharap adanya kerjasama.

Kemudian soal kecepatan proses pengaduan masyarakat di momen Pilkada hingga menjadi Tipilu, menurut Kapolres, sangat krusial. Belum tentu yang dilaporkan masyarakat mengarah ke Tipilu, bisa jadi kasus-kasus lain dengan tujuan untuk black campaign. “Ini juga harus mendapat perhatian,” imbuhnya.

Sementara Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Lalu Mohammad Rasyidi menyebutkan personil di dalam Gakkumdu, tidak lagi melihat dari unsur mana, semua melebur menjadi satu untuk bersama-sama menegakkan hukum, serta tidak bisa diatur dan diintervensi oleh siapapun.

Ketua Bawaslu Sumbawa, Syamsi Hidayat SIP mengapresiasi atensi Kajari dan Kapolres terkait dengan sikap dan tindakan Bawaslu. Ia menegaskan bahwa Bawaslu tetap menjunjung tinggi profesionalitas dan netralitas dalam melaksanakan pengawasan dan tindakan terhadap pelaksanaan Pilkada 2020. “Kami akan jaga netralitas dan professional dalam melaksanakan tugas,” timpal Lukmanul Hakim, anggota Bawaslu.

Terkait dengan Gakkumdu, Hamdan S.Sos I—Anggota Bawaslu lainnya mengatakan, memiliki peran yang makin kuat dalam upaya penindakan pelanggaran Pemilu. Personil Gakkumdu tidak hanya dituntut untuk mampu memahami dan menjalani aturan perundang-undangan, namun juga harus satu persepsi dalam menjalankan tugas. “Intinya keberadaan unsur kejaksaan dan kepolisian dalam Gakkumdu dapat lebih menguatkan lembaga Bawaslu,” pungkas Ruslan S.Pd.I. (JEN/SR)

DPRD DPRD