Tugas Pansel Selesai, Tiga Nama Calon Dirut PDAM Diserahkan ke Bupati

oleh -25 views

SUMBAWA BESAR, SR (11/3/2020)

Jabatan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa, tak lama lagi akan terisi. Hal ini setelah dilakukan seleksi terhadap 9 calon yang mengajukan lamaran. Dari seleksi terbuka sejak 12 Februari hingga 10 Maret 2020, akhirnya muncul tiga nama. Berdasarkan pengumuman No. 539/005/PANSEL/2020, Juniardi Akhir Putra ST., SST., M.Kom menempati peringkat pertama, disusul Andi Rusni SE., MM (mantan Anggota DPRD Sumbawa) di peringkat kedua, dan Erwin SP (Kepala Cabang PDAM Maronge dan Empang) di peringkat ketiga.

Juniardi adalah pengembang aplikasi PDAM yang sudah digunakan di PDAM Demak. Aplikasi hasil karyanya dapat berjalan dengan baik. Kepada tim Pansel saat itu, Juniardi mengatakan, dengan ilmu yang dimiliki ini, Ia ingin mengabdi di daerah kelahirannya yakni Kabupaten Sumbawa terutama dalam memajukan PDAM Sumbawa sebagaimana yang dilakukannya terhadap PDAM Demak.

Ketua Pansel, Drs. H. Hasan Basri MM yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3) menyebutkan dari 9 calon dikerucutkan menjadi 3 nama berdasarkan peringkat yang menggabungkan nilai empat komponen yaitu rekam jejak, assessment, makalah dan wawancara. Kemudian tiga nama ini diserahkan kepada Bupati Sumbawa untuk menentukan salah satunya dengan mengacu pada hasil penilaian Pansel. “Tugas Pansel sudah selesai, tinggal Bupati yang menentukan siapa yang dipilih menjabat Direktur PDAM,” tandasnya.

Haji Bas—akrab Ketua Pansel yang juga Sekda Sumbawa ini berharap apa yang menjadi visi misi yang dipresentasikan para calon dalam makalahnya itu dapat diaplikasikan terutama dalam menuntaskan persoalan PDAM Batu Lanteh selama ini, sekaligus mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kita melakukan seleksi secara ketat, dan kita ingin dari proses ini mendapatkan yang terbaik dari yang baik,” ujarnya.

Baca Juga  SKPD Pemprov Keroyokan Tangani Pasca Banjir Sumbawa

Disinggung mengenai konstribusi PDAM terhadap pendapatan asli daerah (PAD), Kasubag Fasilitasi BUMD Bagian Ekonomi Setda Sumbawa, Moh. Akbaruddin, S.STP, M.Tr.I.P yang mendampingi Sekda, mengakui sejauh ini belum ada. Bahkan PDAM Sumbawa berdasarkan hasil audit BPKP sebenarnya harus diberikan modal tambahan. Meski ada hasil audit BPKP, namun pihak PDAM belum memerlukan tambahan modal, karena masih bisa survive. Hanya persoalan yang paling besar dialami PDAM adalah sumber air baku. Pihak PDAM berharap setelah tuntasnya proyek Ai Ngelar di Kecamatan Kerekeh dan Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan, beberapa kecamatan bagian tengah hingga barat, dapat teratasi. (JEN/SR)

iklan bapenda