Keberadaan Puskesmas Lunyuk di Padasuka Dipersoalkan Masyarakat

oleh -53 views

SUMBAWA BESAR, SR (8/3/2020)

Keberadaan Puskesmas Lunyuk yang baru dibangun, dipersoalkan masyarakat. Masyarakat yang datang dari Desa Lunyuk Rea dan Lunyuk Ode, selain mempersoalkan tentang kondisi bangunan yang dinilai belum layak ditempati, juga Puskesmas baru tersebut berada jauh di luar ibukota kecamatan. Sebelumnya Puskesmas Lunyuk berada di Lunyuk Rea di pusat pemerintahan kecamatan, kini direlokasi di Desa Padasuka, yang jaraknya hampir 3 kilometer dari puskesmas lama. Kehadiran massa ini disambut Camat Lunyuk, Drs. Iwan Sofyan di Aula Kantor Kecamatan setempat, Sabtu (7/3) pagi. Dalam pertemuan itu, Camat menghadirkan seluruh kepala desa, kepala dusun, unsur Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Selain itu anggota DPRD Sumbawa dari Dapil Lunyuk.

Dalam tuntutannya, masyarakat merasa nyaman dengan keberadaan Puskesmas Lunyuk di Lunyuk Rea. Selain letaknya di ibukota kecamatan, juga jangkauannya lebih dekat. Mereka juga tidak ingin puskesmas lama menjadi bangunan ‘hantu’ setelah menempati puskesmas yang baru. Apalagi puskesmas yang baru dibangun dinilai belum memenuhi standar kelayakan untuk pelayanan kesehatan. Sebab baru selesai dikerjakan sudah terlihat beberapa bagian bangunan yang rusak seperti plafon dan lainnya. Karena itu mereka meminta agar pemindahan dari Puskesmas lama ke puskesmas baru ditunda. Masyarakat juga meminta didatangkan tim kabupaten selaku pihak yang membuat kebijakan guna melakukan sosialisasi terkait dengan keberadaan puskesmas baru dan proses relokasi di Desa Padasuka. Mereka juga ingin adanya komitmen tim kabupaten ke depan tentang nasib bangunan lama, apakah dirobohkan atau tetap dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat khususnya Lunyuk Rea dan Lunyuk Ode.

Baca Juga  Bergabung Dalam Tim Kabupaten, TAGANA Sumbawa Tanggulangi Covid-19

Camat Lunyuk, Drs. Iwan Sofyan yang dihubungi Minggu (8/3) pagi, mengakui adanya aspirasi tersebut. Selaku camat, pihaknya tidak bisa memutuskan melainkan hanya menfasilitasinya dengan membawa persoalan itu ke Bupati selaku penentu kebijakan. “Kami bersama unsur Muspika dan para kades akan datang ke Dikes Sumbawa lanjut ke bupati untuk menyampaikan aspirasi ini. Semoga ada solusi terbaik,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda