Terlibat TPPO, Boss PT IJ Dibekuk Tim Ditreskrimum Polda NTB

oleh -22 views

MATARAM, SR (6/3/2020)

Ditreskrimum Polda NTB membekuk HW (43)—Boss PT Inti Jaffarindo (PT IJ) yang merupakan Perusahaan Penyalur Pekerja Migran Indonesia (P3MI), belum lama ini. Wanita yang tinggal di Perumahan Citra Grand Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat ini ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka SA—oknum sponsor TKW yang sudah tertangkap dan kini menjalani proses hukum. Ini terkait dengan kasus meninggalnya TKW berinisial SN di Mekkah Arab Saudi. SN diberangkatkan secara inprosedural.

DPRD

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto SIK., M.Si dalam keterangan persnya, Kamis (5/3), kasus ini bermula ketika HW bersama tersangka SA (kini tahanan Kejari Loteng) merekrut korban SN untuk dijadikan calon tenaga kerja ke luar negeri. Selanjutnya SN diserahkan kepada agen di Jakarta yang kemudian dikirim ke Arab Saudi-Mekkah.

Dalam perekrutan itu HW memerintahkan tersangka SA merekrut korban. Jika berhasil, HW akan mentransfer uang sebesar Rp. 12 juta untuk satu orang korban. Uang tersebut dipergunakan untuk membiayai korban mulai dari pengurusan paspor sampai dengan biaya perjalanan hingga ke Perusahaan Penyalur Pekerja Migran Indonesia (P3MI) milik HW yang bernama PT. Inti Jaffarindo di Bekasi dengan negara tujuan Asia Pasifik.

Proses keberangkatan Korban SN diawali dari Bandara BIL sekitar Desember 2018 transit di Bandara Surabaya kemudian menuju Arab Saudi. Setelah berada di negara tujuan, muncul khabar mengejutkan, korban meninggal dunia. Polisi pun bertindak atas dasar laporan keluarga korban. Polisi meringkus SA. Dari hasil pengembangan penyidikan, polisi kembali menangkap HW, 2 Maret 2020 lalu selanjutnya dilakukan penahanan selama 20 hari mulai tanggal 3 Maret hingga 22 Maret 2020. Polisi menjerat para tersangka dengan pasal 10 atau pasal 11 juncto pasal 4 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau pasal 81 jo pasal 86 UU RI No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Ancaman hukumannya paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp. 600 juta dan untuk ancaman hukuman PPMI paling lama 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 15 milyar. (SR)

DPRD DPRD
Baca Juga  Rumah Dinas Polisi Militer Terbakar, Kediaman Sultan Sumbawa Aman