Bubarnya Koalisi PKS—PDIP Bukan Kiamat, Mo—Novi Kini Didukung Koalisi Besar

oleh -31 views

SUMBAWA BESAR, SR (2/3/2020)

Bubarnya koalisi PKS–PDIP untuk Pilkada Sumbawa membuat peta politik semakin dinamis. Koalisi yang digaungkan mengusung Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd yang dikenal dengan sebutan paket Mo—Novi ini disinyalir ikut bubar. Bubarnya koalisi ini juga membuat nama HM. Husni Djibril B.Sc yang belakangan redup karena diinformasikan tidak didukung PDIP, kini bersinar kembali. Bahkan Husni Djibril yang menjabat sebagai Bupati Sumbawa tersebut bakal mengantongi SK DPP PDIP untuk dicalonkan sebagai Bupati Sumbawa periode kedua.

Apakah bubarnya koalisi PKS—PDIP kiamat bagi Mo—Novi ? Ternyata tidak. Sebab sudah terbentuk koalisi besar yang akan mengusung pasangan dengan tagline “Sumbawa Gemilang” ini. Bertempat di Villa Kerekeh Kecamatan Unter Iwis, Sumbawa, Senin (2/3/2020), sejumlah pimpinan parpol menggelar pertemuan tertutup. Yakni Ketua DPC Partai Nasdem Sumbawa, H. Asaat Abdullah ST, Ketua DPC PKB Sumbawa, H. Idham dan Sekretaris DPC Hanura Sumbawa, Muhammad Yamin SE., M.Si yang didampingi Ketua Dewan Penasehat, H. Sadaruddin S.Sos dan Wakil Ketua, Syamsuddin. Sedangkan beberapa pimpinan partai lain seperti Golkar dan PKS, berhalangan.

Dalam keterangan persnya usai pertemuan, Ketua DPC PKB Sumbawa, H Muhammad Idham menegaskan bahwa hingga kini sikap politik PKB mendukung pasangan Mo-Novi, tidak berubah. Justru ia berharap partai koalisi lainnya tidak ‘masuk angin’ dan tetap konsisten mendukung pasangan ideal tersebut. Ia pun menyambut positif pertemuan itu sebagai bentuk komitmen sejumlah partai koalisi untuk bersama-sama mengusung Mo—Novi. Pertemuan ini juga sebagai upaya untuk menjelaskan ke public bahwa dukungan terhadap Mo—Novi tidak terpengaruh dengan bubarnya koalisi PKS—PDIP. “Kami tidak terpengaruh dengan bubarnya koalisi PKS—PDIP, atau Haji Mo mengantongi KTA PDIP atau tidak, itu urusan lain. Kami tetap focus dengan keputusan yang sudah kami tetapkan,” tegasnya.

Baca Juga  Mo—Novi Programkan Insentif GTT/PTT 10 Milyar Per Tahun
Mo-Novi

Sementara Sekretaris Hanura Sumbawa, Muhammad Yamin SE., M.Si menilai pertemuan itu sangat penting dan strategis untuk menguatkan komitmen bersama mendukung pasangan Mo—Novi pada Pilkada Sumbawa September 2020 mendatang. Saat ini dukungan Hanura kepada Drs. H. Mahmud Abdullah, sedang berproses di DPP. Bahkan Senin (2/3) hari ini, Haji Mo satu-satunya calon yang diundang DPP untuk mengikuti fit and propertest. Diundangnya Haji Mo ke DPP, lanjut Yamin Abe—sapaan politisi ini, selain memiliki ranking tertinggi dari sejumlah bakal calon lain yang diusulkan DPC Hanura, juga satu-satunya bakal calon yang sudah memiliki pasangan yang sudah mengantongi rekomendasi dari partai mitra koalisi. “Yang lain belum ada membawa syarat atau pernyataan koalisi dengan pasangannya. Jadi tinggal menunggu turunnya SK DPP saja,” ungkap Yamin Abe.

Hanura tidak serta merta mengusung Haji Mo. Ini sudah melalui pertimbangan yang matang. Haji Mo dinilai sangat memahami sistem birokrasi mengingat rekam jejaknya di pemerintahan yang pernah menjabat beberapa kepala OPD hingga Sekda Sumbawa. Namun sayang saat menjabat Wakil Bupati Sumbawa, kewenangannya diamputasi, bahkan tidak dilibatkan dalam proses mutasi jabatan. Karenanya Haji Mo menjadi harapan ASN untuk menata kembali sistem birokrasi. Hanura juga menilai Haji Mo sangat pas memilih berpasangan dengan Novi sebagai representasi kalangan muda dan kaum perempuan. Selama ini persoalan perempuan begitu kompleks sehingga diperlukan penanganan khusus dan orang yang memahaminya. Dan yang memahami kaum perempuan pastinya dari kalangan perempuan itu sendiri. Ia meyakini parpol lain memiliki penilaian dan dukungan yang sama. Yaitu Nasdem, PKS dan Golkar. Ketiga parpol ini juga sudah mengusulkan pasangan Mo—Novi ke DPP masing-masing.

Baca Juga  Dukung Izzul, Puluhan Mantan Kades Bentuk Lembaga Baru

Di tempat yang sama, Ketua DPC Nasdem Sumbawa, H. Asaat Abdullah ST mengatakan pada prinsipnya pertemuan ini untuk menyikapi perpolitikan Sumbawa. Pertemuan ini untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa sejumlah partai berkoalisi mengusung Mo-Novi. Politisi yang menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi NTB ini, menyebutkan hasil pleno DPC Nasdem Sumbawa yang menggunakan sistem votting, menempatkan Haji Mo meraih suara terbanyak, disusul Ir H Syarafuddin Jarot MP, lalu Ir H Mokhlis M.Si. Nama-nama itu telah diserahkan ke DPW. Namun sebelum diusulkan ke DPP, dilakukan survey. Ada 8 lembaga survey yang disodorkan DPP di antaranya Indikator dan Poltracking. Hasil survey nantinya akan dijadikan bahan bagi DPP untuk mengetahui kelemahan bakal calon yang diusung untuk dijadikan evaluasi dalam perbaikannya. Dan juga tidak dilihat tingginya hasil survey tapi grafiknya naik dari hasil survey sebelumnya. Misalnya Haji Mo, hasil survey lembaga lokal cukup tinggi, ketika survey lembaga yang ditunjuk DPP terjadi kenaikan persentase meski berada di bawah calon lain, maka Haji Mo akan diusung. Hal lain yang menguatkan, lanjut Haji Saat, adalah bakal calon harus sudah memiliki pasangan atau partai mitra koalisi. Haji Mo sudah berpasangan dengan Novi. Apalagi Novi sudah mendaftar ke Nasdem melalui DPW. “Insyaa Allah, dalam Bulan Maret ini sudah ada rekom dari DPP tentunya kepada bakal calon yang sudah berpasangan,” demikian Haji Saat. (JEN/SR)

iklan bapenda