Home / HukumKriminal / Fitnah Bermotif Politik, Bupati Sumbawa Siap Ungkap Aktor Intelektual

Fitnah Bermotif Politik, Bupati Sumbawa Siap Ungkap Aktor Intelektual

SUMBAWA BESAR, SR (26/2/2020)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc menyebutkan bahwa fitnah keji yang menimpanya sudah terjadi 34 tahun silam. Selama berpuluh tahun itu, fitnah yang menyebut dirinya menghamili seorang wanita dan menelantarkan anak hasil hubungan tersebut, sempat muncul dua kali dan sekarang yang ketiga kali dengan melaporkannya ke Polda NTB. Ia meyakini, fitnah ini bermotif politik yang bermaksud untuk mendzoliminya. Dalam keterangan pers di ruang kerjanya, Rabu (26/2/2020)

Indikasinya, ungkap Bupati, fitnah ini muncul di setiap momen politik. Pertama, ketika ia sedang gencar-gencarnya berkampanye membantu ayahnya yang merupakan kader militan PDIP. Dengan semangat membara membuat lawan politiknya saat itu khawatir. Dan ternyata di belakang tuduhan itu, ada tokoh politik yang ‘membekingi’ wanita tersebut agar dirinya terjerat hukum dan masuk penjara. Namun upaya jahat tersebut tak berhasil, karena ia memiliki bukti-bukti yang membantah semua tuduhan tersebut. Tuduhan yang sama kembali disegarkan pada Tahun 2015, jelang dirinya maju sebagai Calon Bupati Sumbawa. Lagi-lagi tuduhan ini tidak sampai mencuat setelah putrinya mendatangi wanita tersebut menantang untuk dilakukan tes DNA. Sekarang diungkit lagi saat Ia akan maju untuk periode kedua sebagai calon Bupati Sumbawa. Bahkan dirinya dilaporkan ke Polda NTB. Bupati mengaku mengetahui siapa aktor di balik dari fitnah keji tersebut. Ironisnya khabar ini sampai ke telinga DPP PDIP sehingga ia dipanggil. Dan DPP merasakan itu mustahil karena peristiwa yang dituduhkan kepadanya sudah 34 tahun silam. Apalagi Haji Husni—akrab Bupati Sumbawa sudah menjadi anggota DPRD 5 periode, tidak pernah ada riak-riak ataupun gangguan. Bahkan pengurusan SKCK sebagai persyaratan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD maupun Bupati Sumbawa, aman-aman saja.

Ia merasa sangat didzolimi. Setelah isu sakitnya tidak mempan, kini mulai muncul fitnah usang yang disegarkan kembali. Fitnah ini pasti bertujuan agar dirinya tidak dicalonkan PDIP untuk mengikuti kontestasi Pilkada. Berbagai upaya dilakukan termasuk mengutus orang ke rumahnya ‘memaksanya’ membuat surat pengunduran diri dari pencalonan dengan alasan sakit. “Jelas saya tidak mau mundur. Kalau masalah sakit semua orang merasakannya. Tidak seorang manusiapun yang tidak pernah sakit. Dan sakit itu ada obatnya. Sayapun serius berobat dari Jakarta sampai Singapur. Dan saya sudah dinyatakan sembuh dan sehat. Bagaimana saya mau buat pernyataan kalau saya tidak sakit,” tukasnya.

Untuk membongkar konspirasi jahat orang-orang terhadap dirinya, Bupati menyebutkan satu-satu jalan adalah langkah hukum. Dari proses hukum ini nantinya akan terungkap apa motif wanita tersebut melaporkan dirinya ke Polda NTB dengan delik menelantarkan anak yang dikatakan hasil hubungan gelapnya. Selain itu siapa actor di balik fitnah tersebut. “Yang jelas saya sudah tahu, tapi ini rahasia, biarlah hukum yang membuktikannya,” demikian Bupati. (JEN/SR)

Lihat Juga

Pengedar Ganja Dibekuk, Penyuplai Kabur  

DOMPU, samawarea.com (4/7/2020) Pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Dompu terus digencarkan. Kali ini, Timsus ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *